Komitmen Hetifah Dukung Ekonomi Kreatif

INDCYBER.COM,PASER- Wujud upaya nyata pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Paser memerlukan sinergitas dari akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media (ABCGM) yang tergabung dalam rumpun Pentahelix. Kerjasama yang optimal dari semua pihak akan mendorong pengembangan ekonomi kreatif.

Hal inilah yang menjadi fokus dalam kegiatan Diskusi kelompok terpumpun pentahelix pengembangan ekonomi kreatif, di Hotel Kyriad Paser, yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif RI, hari ini Senin (27/5).

Hadir sebagai narasumber Sugeng Santoso (Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman), Hetifah Sjaifudian (Wakil Ketua Komisi X DPR RI), Hassan Abud (Direktur Hubungan Antarlembaga Dalam Negeri Bekraf), dan Yusuf Sumarko (Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Paser).

Acara yang dihadiri oleh tak kurang dari 100 orang penggiat ekonomi kreatif Paser, dibuka langsung oleh Bupati Paser Yusriansyah.

Dalam sambutannya Yusriansyah menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. Kegiatan ini akan mampu mendorong masyarakat untuk meningkatkan kreatifitas, inovasi dan kemandirian. Apalagi Paser merupakan daerah yang potensial, didukung sumber daya alam yang melimpah.

“Tantangan pembangunan terpenting di era ini adalah kreatifitas dan inovasi, sehingga adanya penguatan ekonomi kreatif ini sangat diharapkan”, paparnya.

Hal yang lebih membanggakan pada kesempatan kali ini sekaligus dilaksanakan penandatangan Memorandum of understanding (MoU) pengembangan ekonomi kreatif, antara Bupati Paser dan Bekraf RI.

Hassan Abud selaku Direktur Hubungan Antarlembaga Dalam Negeri Bekraf RI, menyampaikan bahwa MoU ini adalah bentuk komitmen. Dengan adanya MoU akan lebih kuat dan erat lagi kerjasama yang terjalin.

“Akan banyak informasi apa saja peluang-peluang, misalnya bantuan pemerintah untuk bisa diakses”, jelasnya

Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang menjadi pemrakarsa acara ini, menyampaikan rasa syukur sebab dari 95 kabupaten/kota di Indonesia yang melaksanakan MoU, Paser menjadi salah satunya.

“Untuk Provinsi Kaltim, MoU Paser dilaksanakan menyusul MoU dengan Balikpapan yang dilaksanakan akhir Maret lalu”, terangnya.

Lebih lanjut Hetifah menyampaikan sinergi dari Pentahelix menjadi sangat penting karena merupakan gabungan antara akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas dan media. Kerjasama ini membuat ekonomi kreatif Paser akan betul-betul dapat dikembangkan dengan maksimal.

“Sebagai contoh batik Paser ini bagus sekali, banyak produk-produk luar biasa untuk dikembangkan dan menjadi produk unggulan ekonomi kreatif. Dengan kerjasama Pentahelix maka akan optimal pengembangan ekonomi kreatif di Paser”, terang politikus Golkar yang fokus terhadap pengembangan ekonomi kreatif ini.(*)

14,687 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *