Secara Resmi Bupati Mahulu Tutup Festival Hudoq Cross Border 2019.

Indcyber.com, MAHULU – Even Festival Hudoq Cross Border yang dimeriahkan oleh artis ibu kota, digelar selama empat hari talah berakhir pada Sabtu malam (26/10/2019), dilapangan Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Mahakam Ulu (Mahulu) ditutup langsung Bupati Bonifasius Belawan Geh.

Boni mengatakan, Hudoq bukan sekedar tarian adat, melainkan cipta karsa yang berakar dari keluhuran budi dan pemahaman yang mendalam tentang lingkungan alam.  Keduanya bermuara pada pengakuan tentang adanya kekuatan yang maha agung, yang menjadi sesembahan leluhur etnik dayak.

Ia menuturkan bahwa didalam tatanan kepemimpinan dayak di kepalai oleh ketua adat, yang dipercaya oleh warga menjadi panutan segenap masyarakat adat dayak.

“ Kita juga belajar tentang keguyupan warga dayak, yang mana sangat menjunjung tinggi kehormatan dan perasaan saling menghormati,” kata Boni.

Boni berharap kepada semua masyarakat Mahulu, setelah bergembira mengikuti pegelaran Hudoq Cross Border 2019, akan lebih taat beribadah, sesuai dengan keimanan dan ajaran agamanya masing – masing, agar diberi panen yang berlimpah.

“ Saya yakin saudara sekalian semakin semangat bekerja sama,” ujarnya.

Lanjut ia,  karena lingkungan pekerjaan kita sekarang sangat membutuhkan kehadiran team work atau kelompok kerja, dengan bekerja sama tentunya banyak tugas yang bisa diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat dan hasil yang lebih maksimal.

“ Kepada masyarakat Mahulu, dengan terpecahnya rekor muri menari Ngaraang Hudoq terlama 25 jam nonstop, dengan ini saya nyatakan resmi ditutup,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Mahulu, Y. Juan Jenau dan istri, Ketua DPRD Novita Bulan, Ketua PKK Mahulu, Yovita Bulan, Sekdakab Yohanes Avun, para kepala Dinas, Badan dilingkup pemkab Mahulu,  tokoh masyarakat, tokoh Adat, serta hadirin undangan. (arf)

4,894 kali dilihat, 52 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *