KH Aus Hidayat Nur Silaturrahmi Ke Kesultanan Kutai Kartanegara

INDCYBER.COM, KUKAR -Kamis (26/12) – KH. Aus Hidayat Nur melanjutkan perjalanan reses ke Kutai Kartanegara, yang sebagian daerahnya akan dijadikan lokasi Ibukota Negara yang baru. Sebelum berjumpa dengan masyarakat, KH. Aus Hidayat Nur mengunjungi Sultan Kutai Kartanegara XXI, Sultan Adji Muhammad Arifin di kediamannya.

Kunjungan KH. Aus Hidayat Nur kali ini membuat Sultan terharu. Sebab berbeda dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya, kunjungan kali ini sangat terasa persaudaraannya di tengah kerisauan dampak-dampak negatif pembangunan IKN.

Pada kesempatan ini, Sultan banyak bercerita tentang tanah-tanah Kesultanan. Sebenarnya, pasca pengumuman Presiden Joko Widodo terkait letak lokasi Ibu kota Negara yang baru, Sultan Adji Muhammad Arifin merasa bersyukur karena Indonesia akan beribukota di daerah tempat kerajaan pertama di negeri ini. Namun, dalam proses perpindahan ini Sultan Adji Muhammad Arifin menyayangkan adanya potensi-potensi sengketa lahan. Utamanya adalah lahan-lahan milik keluarga Sultan yang telah turun-temurun.

Oleh karena itulah kehadiran KH. Aus Hidayat Nur ini membuat Sultan terharu. Seakan semua keresahan jiwanya dapat tersalurkan. Mengingat KH. Aus Hidayat Nur merupakan Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur yang bertugas di Komisi II dengan salah satu mitranya adalah Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Kami siap bantu mengkomunikasikan dengan pihak BPN, Sultan siapkan saja surat-suratnya. Terutama yang akan menjadi lokasi IKN, kita akan terus kawal agar tidak ada tanah-tanah kesultanan yang terzalimi,” tegas KH. Aus Hidayat Nur.

Dalam kesempatan kunjungan kali ini, KH. Aus Hidayat Nur juga menyerahkan Catatan Sidang I DPR RI 2019 – 2020 yang telah dilaluinya. Sultan tampak senang menerimanya, karena merasa dihargai keberadaannya sebagai bagian dari mata rantai sejarah Indonesia.

“Kami ini semuanya tunduk pada pemerintah. Termasuk terkait keputusan perpindahan ibu kota ini. Tapi hingga hari ini, tidak ada kami diajak bicara tentang perpindahan ibu kota ini,” ujar Sultan menyayangkan hal ini dengan nada kecewa.

“Jadi kami berharap kepada Pak Aus untuk menjadi penyambung masalah ini. Terima kasih telah berkunjung ke sini,” pungkas Sultan Adji Muhammad Arifin. (*)

Editor :Slamet Pujiono

Sumber :Humas Bubuhan Kang Aus

33,845 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *