3 HARI LAKUKAN AKSI MOGOK KERJA, AKHIRNYA MENDAPATKAN TITIK KESEPAKATAN.

Indcyber.com  Tabang-Kukar. Aksi Mogok kerja yang dilakukan ratusan  karyawan perusahaan PT.INDONESIA PRATAMA site Tabang  adalah sebuah bentuk protes jika tidak tercapai persetujuan antara serikat buruh dengan pihak perusahaan, dan apabila belum ada kepastian, maka mogok kerja dapat terus berlangsung hingga tuntutan para karyawan terpenuhi atau setidaknya tercapai sebuah kesepakatan.    Aksi mogok kerja yang digelar oleh sejumlah karyawan PT INDONESIA PRATAMA, Site Tabang, Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara, akhirnya mendapat tanggapan dari pimpinan perusahaan. Dimana, para perwakilan karyawan atau serikat buruh SBSI 1992 dipersilahkan untuk bertemu dengan salah satu pimpinan tertinggi perusahaan. Rabu 27/02 kemarin.

Dalam ruang meting atau Meeting room salah satu pucuk pimpinan tertinggi perusahaan PT.INDONESI PRATAMA (Ibu Louis) dengan ramah menyapa seluruh peserta mediasi  yang terdiri dari beberapa  perwakilan serikat buruh SBSI 1992,  anggota Koramil Tabang, anggota Polsek Tabang, dan anggota Polres Kutai Kartanegara yang di pimpin oleh Ipda Ence’ Indra Yani.

Dalam mediasi ini Ibu Louis menanggapi serius tuntutan Serikat Buruh dengan sedikit persyaratan bahwa selama 2 hari upah karyawan yang terlibat dalam aksi tersebut dipotong ” Ini sudah merupakan aturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan,  jika tidak yang bersangkutan akan kita  berikan  SP, dan pada hari ini kita telah sepakat  dan tetap mengikuti proses persidangan di Pengadilan  Hubungan  Industrial  PHI Samarinda” ujar Ibu Louis,


Karena berdasarkan informasi yang dihimpun oleh indcyber.com. Bahwa  perkara ini telah terdaftar sebagai gugatan Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI 1992 Indonesia Pratama) dengan perkara No. 4/Pdt.Sus-PHI/2019/PN Samarinda (22/01) Karena disebabkan adanya dugaan kekeliruan perusahaan dalam mengambil keputusan atas upah lembur atau tanggal merah dan hari libur nasional yang konon katanya ditiadakan semenjak april 2018 hingga februari 2019.

Aksi mogok kerja ini yang  berlangsung selama 3 hari berturut-turut sejak tanggal 25 s/d 27 Februari 2019 tersebut, akhirnya ditanggapi  juga oleh pihak management Perusahaan yang dimesiasikan oleh anggota kepolisian dari anggota  polres Kutai Kartanegara.

Alhasil kedua belah pihak membuat suatu kesepakatan  yang  dituangkan dalam berita acara rapat mediasi dan ditandatangani oleh perwakilan karyawan  dan juga perwakilan manajemen perusahaan termasuk SBSI 1992 Kaltim.

Disela perundingan dan  mediasi  Ipda Ence’ Indra Yani menjelaskan “Intinya sekarang adalah  kesepakatan bersama, pihak perusahaan sudah menerima  tuntutan karyawan, seperti selama dalam proses tahap penyelesaian kedua belah pihak harus menyepakati aturan yang berlaku. Kemudian kedua belah pihak bersedia menerima hasil apapun dengan lapang dada terhadap hasil perundingan dan mediasi yang disepakati serta putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap” jelas Ipda Ence’ Indra Yani


Sebelumnya  Sekretariat  DPD SBSI 1992 Kaltim Sultan-red  sempat menuding karena  ketidakhadiran pihak DISNAKER dalam situasi seperti ini menimbulkan kecurigaan bahwa pihak Pemerintah telah berkolaborasi dengan pihak perusahaan. Dan tak jarang Sultan menyebutkan Undangan-undang tentang hak normatif,  namun setelah mendapatkan kesepakatan Sultan-red  mengungkapkan rasa terima kasihnya pihak-pihak terkait selama aksi mogok kerja berlangsung “hari ini mendapatkan suatu kesepakatan yang sangat-sangat mengejutkan, management PT.INDONESIA PRATAMA dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia SBSI tercapai suatu kesepakan, adapun berkaitan dengan perselisihan kepentingan kita serahkan ke jalur hukum Putusan Pengadilan,  dan kedepan akan kita bangun suatu kebersamaan lebih baik lagi” pungkas Sultan. Lebih lanjut Sultan menjelaskan tentang kebijakan yang di ambil oleh Ibu Louis adalah merupakan salah satu kebijakan yang sangat positif karena mana aksi mogok kerja ini dianggap bukan suatu pelanggaran, tapi suatu kealpaan bagi serikat buruh SBSI, kemudian kami sangat  berterimakasih kepada seluruh instansi yang turut mengawal aksi mogok kerja ini, khususnya bapak Danramil, dan pihak kepolisian yang selalu turut mengawal aksi ini” tutup Sultan. (*mrg)

 1,305 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *