5 Kecamatan Ikuti Bursa Inovasi Desa

Indcyber.com, SENDAWAR Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar), melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) menggelar kegiatan  Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster 2 diikuti lima Kecamatan yakni Melak, Sekolaq Darat, Mook Manaar Bulatn, Muara Pahu dan Kecamatan Penyingghan serta 46 Kampung dan 2 kelurahan dalam  wilayah kecamatan tersebut.

Kegiatan ini dipusatkan di Aula Pertemuan Masjid Almuttaqin Islamic Center Melak, Rabu (31/7/2019), dan dibuka langsung bupati FX. Yapan SH, Tumenggung Singa Praja, turut hadir dalam acara terebut, perwakilan DPMK Provinsi Kaltim, Kadis Pertanian, Kadis Kesehatan, Kepala Badan serta Camat dan perwakilan Perbankan.

Bupati FX. Yapan mengatakan bahwa dengan terselenggaranya kegiatan inovasi desa ini dapat menjadi boster atau pendorong sebuah kampung atau kelurahan yang ada di 5 kecamatan.

Dikatakan Yapan, dalam penggunaan Dana Desa (DD) agar tepat sasaran dengan cara meningkatkan inovasi dan pengembangan pola pikir untuk kemajuan wilayah masing  masing pada khususnya dan Kubar pada umumnya.

Yapan menuturkan bahwa, inovasi desa adalah forum penyebaran dan pertukaran pengetahuan, inisiatif atau inovasi di bidang pembangunan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan utuk menjebatani kebutuhan pemerintah desa terhadap solusi bagi penyelesaian masalah.

“ Bursa inovasi desa tersebut mempunyai 3 bidang, infrastruktur, pengembangan ekonomi dan pengembagan sumber daya manusia,” kata FX. Yapan.

Dijelaskan Yapan kepada seluruh kepala kampung bahwa, sebagai seorang pemimpin harus ada inisiatif dan inovasi, itu akan timbul dari dari jiwa seorang pemimpin yang memunyai jiwa pengabdian, jika seorang pemimpin tidak mempunyai  jiwa pengabdian maka tidak akan ada inisiatif dan inovasi.

“ Ini yang harus dipahami oleh para kepala kampung dan BPK yang merupakan kepanjangan tangan dari bupati,” ujarnya.

Lanjutnya, Para petinggi sudah diberikan tugas dan tanggungjawab sesuai tugas dan fungsi, akan tetapi masih ada saja petinggi yang tidak bisa menyelesaikan tugasnya, oleh sebab itu semua urusan di kampung harus tuntas.

Bupati Kunjungi Pembuat Kerajinan

Ia menegaskan bahwa, Kedepan semua kampung akan dievaluasi dan akan diberikan catatan khusus dan harus bisa melaksanakan tanggung jawabnya,  begitu juga di kecamatan semua urusan dan tugas harus selesai sesuai tupoksi.

“ Saya ingin semua betul-betul bertanggung jawab dan berkomitmen dengan pekerjaan,” ungkapnya.

Yapan meminta agar penggunaan DD harus efektif, evisien, tepat guna dan tepat sasaran, sehingga setiap kampung harus membuat perencanaan dari awal, karena dalam pengelolaan dana tersebut juga ada wajib pilihan, jika wajib maka tidak bisa ditawar – tawar lagi.

“ Saya ingatkan sekali lagi, dalam penggunaan DD harus transfaran, dengan melibatkan tokoh masyarakat, pendidikan dan agama, jangan sampai penggunaan dana tersebut disembunyikan,” pesan Yapan.

Lanutnya, karena dana tersebut jangan sampai dibuat seperti proyek, harus ingat bahwa dana tersebut adalah suwakelola, hati – hati dalam pengelolaan  DD dan juga ADK secara sembunyi – sembunyi dan tidak transfaran, sehingga tidak boleh mengambil keuntungan dari kegiatan tersebut, karena dalam pengelolaan dana tersebut sudah sangat jelas pembagiannya untuk infrastruktur dan oprasional kampung. (arf).

 482 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *