6 Puskesmas di Kubar Masih Belum Akreditasi

Indcyber.com, SENDAWAR –  Sebanyak 19 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di 16 kecamatan se- Kabupaten Kutai Barat (Kubar), 13 Puskesmas yang sudah Akreditasi dan 6 Puskesmas yang belum terakreditasi.

Hal ini disampaikan sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Barnabas SKM di ruang kerjanya kepada para wartawan hari Kamis (22/8/2019).

Dalam keterangannya Barnabas mangatakan bahwa, akreditasi sendiri adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan .kepada masyarakat, terutama  puskesmas dan juga kelinik.

Dikatakan Barnabas bahwa, pada tahun 2019 ini semua puskesmas di Indonesia harus sudah terakreditasi, sedangkan untuk di Kubar sendiri ada 13 puskesmas yang sudah dilakukan akreditasi, 6 diantaranya mendapatkan penilaian Dasar, sedangkan 7 puskesmas lainnya mendapatkan penilaian Madiya.

“ Ada 6 puskesmas lagi yang belum terakreditasi,” kata Barnabas.

Lanjutnya, dari ke enam puskesmas yang belum terakrediatasi antara lain, puskesmas Tanjung Isuy, Bentian Besar, Long Iram, Gunung Rampah, Jambuk Makmur dan Resak, diharapkan dalam tahun ini sumuanya sudah terakrediasi.

“ Kendala kita saat ini masih kekurangan tenaga medis, hususnya dokter umum,” ungkapnya

Menurut Barnabas tenaga medis di Kubar saat ini masih banyak kekurangan, terutama tenaga dokter umumnya masih banyak dibutuhkan, hingga saat ini tenaga dokter umum hanya ada 30 orang, dan dokter gigi ada 12, dan perawat semuanya ada 445 orang, bidan ada 259, tanaga Sanitasi ada 15, tenaga gisi 27, tenaga laboratorium atau analis kesehatan ada 30, dan tenaga farmasi ada 60.

Barnabas menuturkan bahwa setiap puskesmas sudah ada dokter umumnya minimal satu orang, dan saat ini masih ada tiga puskesmas yang belum mempunyai dokter, diantaranya puskesmas Jambuk, Muara Kedang dan Long Iram.

Sekedar diketahui bahwa untuk insentip para dokter umum di kubar, husus yang didalam kota Sendawar berkisar antara 3 – 4 jutaan, sedangkan untuk daerah terpencilnya berkisar 6 juta keatas.

“ Dan terkait Rumah Sakit (RS) Pratama yang berada di kampung Linggang Bigung, kecamatan Linggang Bigung, Kubar, masih dalam proses, intinya perijinannya belum selesai,” jelasnya.

Lanjutnya, apabila perijinan sudah selesai semua, RS Pratama akan segera dioperasikan. (arf).

 1,867 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *