Bakti sosial ‘Anak-anak Punk Bagi-bagi TAKJIL

Indcyber.com Kukar, – Komunitas Punk Kota Tenggarong turut serta menyemarakkan Nuansa Ramadhan di Kota Raja dengan Membagi-bagikan takjil pada Minggu,10/06/18, kepada setiap pengguna jalan Raya Timbau Tenggarong, tepatnya di pertigaan lampu merah (Traffic Light) Jl. K.H. Akhmad Mukhsin. depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara, dengan penuh semangat dan antusias Ala Anak Punk (Punkers Kota Raja Community) sambil menunjukkan spanduk Punk bukan Kriminal. Sambil menyerukan slogan Oiy..oiy.. Mereka men ghampiri setiap pengendara yang jeda sejenak menunggu giliran lampu hijau, kali ini bukan dengan maksud untuk ngamen seperti kebiasaan Anak-anak Punk di hari-hari biasa, namun hari ini, mereka hadir di jalanan untuk turut berbagi keceriaan sore hari di bulan Ramadhan maksudnya sambil menunggu waktu berbuka (ngabuburit) di selingi dengan membagikan bingkisan takjil, sebagai bekal untuk berbuka puasa. Pada saat awak media menghampiri mereka dengan mengutip gambar dokumentasi, tampak mereka lagi pada sibuk menyapa setiap pengendara dengan menyerahkan bingkisan takjil, tidak melewatkan moment tersebut wartawan kami pun mewawancarai salah satu dari mereka “sebut saja nama saya Nazar, dari Komunitas Punk Kota Raja, kami menyiapkan 200 bungkus paket bingkisan takjil, untuk di bagi kepada warga Tenggarong di mulai dari pukul 16;20 wita tadi, kami sudah membagikan sekitar 100 bungkus, masih tersisa kurang lebih 100 bungkus lagi, mudahan bisa habis pukul 17;00 wita nanti, Adapun dana kami untuk melangsungkan acara ini, dari dana iuran patungan hasil dari ngamen kami hari-hari,” demikian ungkapan Nazar,
[1:03 AM, 6/13/2018] Irwan: Lanjut Nazar lagi “utamanya saya pribadi mengucapkan terima kasih pada kawan-kawan semua, atas kerjasamanya hingga terlaksananya acara sore ini, teman-teman yang udah nyumbang dan ini murni dari dana kolektif kami semua, tanpa bantuan dari luar komunitas, di mana hari-hari kita berbagi dari hasil ngamen di kumpulin dikit-dikit yang mana untuk makan dan bayar kost dan selebihnya di sisihkan untuk kegiatan ini, agar kami semua, tidak selalu terkesan buruknya saja yang selalu di pandang sebelah mata oleh masyarakat, kadang kala kami dengar cibiran bahwa punk itu kotor punk itu jorok dan kriminal tetapi belum tentu semua begitu, kami juga mampu membuktikan dalam berpartisipasi untuk kegiatan amal”. Pungkas Nazar yang mengkoordinir kawan-kawannya di jalanan sore itu, terlepas dari segala kekurangan mereka yang sering di cap sebagai anak jalanan dan berbagai macam pandangan opini masyarakat, namun mereka juga butuh pengakuan bahwa hidup ini adalah warna dan mereka semampunya telah membuktikan karya dengan cara positif. Selebihnya kembali ke panilaian masyarakat awam. (Mir//indcyber.com)

 352 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *