BERE ALI :USIA 18 TAHUN MERUPAKAN USIA MENUJU KEMATANGAN

INDCYBER.COM,SAMARINDA- Kerukunan Warga Asal Buton Laporo yang tergabung dalam organisasi Sinar Kalibunda baru saja merayakan hari jadinya yang ke-18 tahun. Puncak kegiatan digelar di Gor Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Sabtu (22/12) malam. Nampak hadir sejumlah pejabat teras baik di lingkungan Pemprov Kaltim maupun Pemkot Samarinda. Di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim M Sabani, Asisten III Setkot Samarinda Burhanuddin, serta Plt Asiten I Setkot Samarinda Tejo Sutarnoto.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Warga Buton Laporo se-Indonesia, Bere Ali mengulas banyak hal. Kata dia, menginjak usai yang ke-18 tahun merupakan usia menuju kematangan untuk masa depan sebuah organisasi. Harapannya agar semua anggota terus bersatu membangun silahturahmi dan bersama-sama dalam bertanggungjawab membesarkan kerukunan dan organisasi tersebut.

“Dan yang terpenting adalah meningkatkan kualitas diri masing-masing di pengurus dan organisasinya sehingga memiliki daya saing. Paling penting lagi adalah  mengutamakan sifat jujur sehingga mampu menanamkan kepercayaan publik,” terangnya.

Saat ini kata dia, kerukunan warga asal Buton Laporo sudah menyebar hampir di seluruh penjuru Tanah Air. Dengan demikian ia meminta agar bisa menjadikan organisasi Laporo ini sebagai perekat hubungan antar warga Buton di manapun mereka berpijak.

“Ini juga sebagai momentum menjaga kekompakan sekaligus sebagai penegasan bahwa warga Buton sangat mencintai kedamaian,” ujar Bere Ali.

Lebih lanjut mantan Pejabat sementara (Pjs) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) ini juga mengingatkan kepada seluruh warga Buton yang ada di Kaltim agar menjaga kebersamaan dan situasi kondusif. Apalagi  tahun depan merupakan ajang pesta demokrasi baik Pilpres maupun Pileg.

“Walaupun kita berbeda pilihan, saya percaya masyarakat Buton bisa menjaga keamanan dan situasi kondusif,” ungkapnya.

Ketua Umum Organisasi Sinar Kalibunda, Jamaludin menambahkan selama ini pihaknya selalu berupaya untuk membangun sinergitas dengan Pemprov maupun Pemkab dan Pemkot dalam hal apapun.

“Organisasi ini sebagai tumpuan silahturahmi. Makanya setiap bulan kita gelar arisan sebagai perekat untuk bertemu dan bertatap muka,” terangnya.

Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim, M Sabani yang hadir mewakili Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan warga asal Buton ini memiliki dua ciri khas. Pertama mereka dikenal jujur, dan kedua warga Buton merupakan pencetus hadirnya pasar tradisional, walaupun akhirnya mereka tersisih dengan pasar modern.

“Contohnya di Balikpapan. Di sana ada Pasar Sepinggan, rata-rata pedagangnya warga asal Buton,” tuturnya.

Sabani juga berpesan agar meski hidup di daerah rantau, jangan sampai melupakan daerah asal nenek moyang.

“Harus tetap ingat asal daerah walaupun merantau di daerah orang,” pungkanya. (Slamet Pujiono)

 175 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *