Bincang dengan HMI Unikarta, menyikapi situasi umat dan bangsa

Indcyber.com, Kukar – Pada sabtu Petang (22/09/2018) berlangsung bincang-bincang penuh keakraban antara adik-adik Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan salah satu kru media indcyber.com di Kompleks Stadion Aji Imbut Perum Mess Atlit Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tempat berlangsungnya Konsentrasi Kaderisasi HMI.

Acara Pelaksanakan Kaderisasi Militansi HMI Unikarta Hari ke-6 berjalan lancar dan kondusif, tanpa terkendala halangan apapun yang rencana keesokan harinya akan berlangsung penutupan acara, karena sudah tergenapi 7 hari sesuai jadwal pengkaderan.

Muhammad Ridwan Plt Ketua BEM Unikarta. Yang bertugas sebagai steering committe basic training HMI komisariat Pertanian Unikarta dalam bincang-bincang menyampaikan Tema membangun militansi dalam berorganisasi guna menjawab tantangan umat dan bangsa Kaderisasi, “basic training ini adalah, suatu tempat di laksanakan perekrutan anggota baru kader HMI di bekali pelatihan khusus yang di namakan Basic Training LK-1 HMI,” pungkas ridwan

Penyataan ridwan di sambut baik oleh rekanya Wahyudin selaku Ketua Umum HMI Komisariat Pertanian Cabang Kutai Kartanegara, sekedar menambahkan statement “berbicara tentang mengadakan kader satu basic training, membangun militansi organisasi guna menjawab tantangan umat dan bangsa, tujuanya guna membangun kader-kader yang bermilitansi dan berjiwa pemimpin,” ujar wahyudin

Sementara dari hasil keterangan kawan-kawan HMI Unikarta berdasarkan jumlah peserta kader yakni terhimpun sebanyak 27 orang, di bagi fakultas masing-masing, dari fakultas pertanian 17 orang anggota, fakultas ekonomi dan bisnis 7 orang anggota, fakultas agama islam 3 orang. Dari jumlah 27 peserta diantaranya terdapat 14 orang kader perempuan yang turut serta, sementara itu jadwal proses pengkaderan berlangsung 7 hari.

Tidak ketinggalan Arman Ketua MPM jabatan di HMI Ketua PA “Berbicara Internal Keanggotaan, sebetulnya HMI merupakan salah satu organisasi kader yang mana setiap tahunya kita harus membentuk regenerasi kader untuk melanjutkan roda-roda organisasi, Intinya mahasiswa mempunyai peran bagaimana kepedulian kita terhadap permasalahan sosial apalagi di era millenial seperti sekarang ini dalam menjawab tantangan keumatan dan kebangsaan,” Demikian keterangan arman

Sementara itu Rahman Selaku Anggota biasa yang sedang menjalani pengkaderan oleh rekan-rekanya juga menyampaikan pendapatnya terkait pemahaman di HMI “Melihat dari sudut pandang di HMI yang sebenarnya, fakta HMI itu ternyata ya seperti ini, HMI adalah organisasi solid secara kajian keilmuwanya itu luar biasa, dalam pengkaderan intinya adalah latihan disiplin ilmu, spiritualitas jadi tidak ada yang bersifat kemiliteran dan hal tersebut jauh dari gambaran saya sebelumnya, sebelum tergabung selaku kader” terang rahman

Ketika di tanya lebih jauh mengenai situasi bangsa saat ini, dari segi politik maupun ekonomi, dengan lugas rekan-rekan Mahasiswa yang di wakili oleh Arman selaku Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM)

“Terkait situasi politik dan ekonomi bangsa akhir-akhir ini, di tambah dengan aksi demo rekan mahasiswa baik HMI, KAMMI, IMM se-indonesia yang memprotes kebijakan pemerintah mengenai melemahnya nilai rupiah terhadap dolar. Alangkah baiknya, tidak harus langsung mengambil langkah justifikasi terhadap kesalahan pemerintah. Oleh karena ini negara hukum demokrasi, otomatis yang menjadi sorotan adalah presidenya, di satu sisi presiden wajib memikirkan situasi derajat bangsanya. Sementara itu, jika melihat nilai komoditi ekspor dari sumberdaya alam semisal batu bara, minyak, gas bumi dan lainya ya mungkin sedikit ada progres peningkatan nilai grafik ekonomi walaupun kecil, akan tetapi demikian itu cukup mempengaruhi sedikit nilai pertumbuhan ekonomi, namun tidak juga menutupi jumlah besar bahan yang kita impor masuk, termasuk di dalamnya kebutuhan komodity pokok. Jelas ada nilai kalkulasi tak berimbang secara actualnya, sementara kita juga banyak memiliki bahan utama sumber kebutuhan pokok itu sendiri. Saya sepakat, jika negara ini di katakan pusat berdagang atau surga pasar bagi orang luar, dalam memasarkan dan memayuhkan produknya. Sehingga nilai barang komodity lokal kehilangan pangsa pasarnya yang cenderung sebagian besar rakyatnya, minat barang impor. Kemudian terisolirnya berbagai wilayah pedalaman, serta aset kita yang sebagian besar masih di kuasai asing dan juga pemberdayaan tenaga kerja lokal, belum begitu banyak terlihat perhatian khusus pemerintah. Demikian halnya jika hari ini berbicara anjloknya nilai rupiah terhadap dolar, kami masih merapatkan hal itu dan InsyaAllah dalam beberapa hari kedepan, kita sudah menemukan permasalahanya dengan jelas dengan begitu kita pun siap melakukan gerakan aksi turun kejalan dan tentunya dengan penuh pertimbangan yang matang,” papar arman.

Kemudian pesan dari Ketua Umum HMI Wahyudin, terkait aksi teman di berbagai daerah di nusantara ini, HMI Unikarta cukup respect terhadap aksi yang di lakukan oleh kawan-kawan organisasi pergerakan Mahasiswa utamanya yang berbasis HMI dan tidak tertutup kemungkinan kedepanya, mahasiswa HMI Unikarta juga tidak luput dari kegiatan aksi.

“Justru dengan adanya kejadian aksi yang kita lihat di berbagai media sosial pada tanggal 13-14-15 september lalu, teman-teman terpukul secara mental ketika harus berdiam diri melihat tekanan yang di dapati saudara-saudari HMI di berbagai daerah mendapat perlakuan yang dia anggap mereka tidak pantas dan tidak senonoh oleh tindakan oknum kepolisian di berbagai daerah yang melucuti rekan-rekan saudara satu organisasi kami.
Kedepanya kami belajar dari pengalaman ini. Demikian ini agar kawan-kawan tidak terlalu gegabah dalam mengambil tindakan, jika memang di temukan sesuai fakta ada kesalahan pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan terkait ekonomi global maka kedepanya kami siap turun ke jalan demi kepedulian kami terhadap umat dan bangsa,” demikian tegas Wahyudin

 143 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *