Bisnis Karet Di Kabupaten Balangan Sangat Menjanjikan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Balangan Rahmadi ketika menggali potensi karet yang berada di Pasar Lelang Karet Tamburiang, Desa Gunung Riut, ternyata karet yang dijual oleh petani merupakan karet murni tanpa campuran sekrap.(foto: Agus/indcyber.com).

Penulis: Agus Maulidin

INDCYBER.COM,PARINGIN,- Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, telah melakukan pemantauan harga karet serta melakukan pengembangan karet guna menggali potensi yang dimiliki. Kali ini dilakukan kunjungan ke Pasar Lelang Karet Tamburiang, yang berada di Desa Gunung Riut Kecamatan Halong Kabupaten Balangan, beberapa hari lalu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Balangan Rahmadi menyampaikan, pihaknya pada hari Senin kemarin telah melakukan pengembangan karet guna menggali potensi karet sekaligus lakukan pemantauan harga karet saat ini.

“Ketika kami menggali potensi karet yang berada di Pasar Lelang Karet Tamburiang, Desa Gunung Riut, ternyata karet yang dijual oleh petani merupakan karet murni tanpa campuran sekrap,”ujarnya Rahmadi, saat di konfirmasi, Rabu(3/2/2021).

Bahkan tambahnya pembekuan latek dilakukan khusus, berupa asap cair, deorob ataupun TSP. Sementara produk karet berbertuk lumb. Selanjutnya dijual oleh pedagang pengumpul sedang dan besar(UPPB) ke pabrik karet di wilayah di Kalsel, serta Kalteng dan Kalbar, berdasarkan harga yang ditentukan oleh pasar dunia.

“Pasar lelang karet, di Desa Gunung Riut dilaksanakan setiap hari senin dari jam 7 sampai jam 10 pagi, dengan kisaran harga beli karet berkisar dari harga Rp.9.700 – Rp.10.700 /Kg, dengan rata-rata kadar kering karet 55 – 60 persen. dengan perkiraan tonase 30 TON karet, dan diperkirakan perputaraan uang sekitar 300 Juta,”terangnya.

Dinas Pertanian sendiri juga melakukan wawancara langsung ke petani, pedagang dan tokoh masyarakat guna mendapatkan informasi masukan para petani karet yang ada di Kabupaten Balangan.

“Kedepannya kita berharap pasar lelang karet untuk pengembangannya ada tersedia tempat yang memadai, baik permodalan kepada pedagang ,pengumpul dan UPPB, serta stabilitas harga ditingkat petani terjaga,”pungkasnya.

 146 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *