DALAM KENANGAN BANDARA TEMINDUNG DAN SEJARAH BARU BANDARA APT PRANOTO

Indcyber.com, Samarinda -Expres Air rute Bandara Kalimarau Berau -Bandara APT Pranoto Samarinda mendarat mulus di Samarinda tepat pukul 11.25 WITA pesawat membawa kurang lebih 40 penumpang sekaligus penyambutan seluruh penumpang pertama dan prosesi tepung tawar juga dilakukan oleh kesultanan Kutai, Kamis(24/05/2018).

Sebelumnya pesawat Expres Air juga sebagai pesawat terakhir yang take off dari Bandara Temindung sehari sebelumnya, Bandara Temindung secara resmi ditutup operasional nya oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak serta pencanangan Politeknik Penerbangan di exs Bandara Temindung, 44 tahun beroperasi kini hanya menyisakan sebuah kenangan.

Tangga 24 Mei 2018 Samarinda khususnya dan Kaltim umumnya telah menorehkan sejarah baru di dunia penerbangan, karena secara secara resmi Bandara Internasional APT Pranoto telah di Soft lounching oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, dihadiri oleh seluruh OPD di lingkungan Pemprov Kaltim tapi serta pejabat penting di Kaltim. Awang mengatakan rasa ssyukurnya tak terhingga karena impian warga Samarinda memiliki Bandara internasional telah terwujud setelah melalui proses sangat panjang.

“Syukur alhamdulillah setelah melalui proses yang sangat panjang akhirnya hari ini Bandara yang kita impikan secara resmi saya Soft lounching itu tandanya sudah resmi beroperasi yang nantinya juga akan melayani rute rute yang strategis, “ungkap Awang Faroek.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong mengungkapkan hal yang sama karena ini prosesnya sejak tahun 1986 dimulai pencarian lokasi.

“Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pagi hari ini telah secara resmi Soft lounching Bandara internasional APT Pranoto Samarinda oleh Bapak Gubernur kita itu suatu tanda jika bandara ini secara resmi beroperasi, rasa terima kasih saya juga saya sampaikan kepada pihak pendahulu kami maupun yang saat ini masih bekerja, ini merupakan prestasi kita semua, “ujarnya

Perlu diketahui jika bandara ini dibahas sejak tahun 1986 dilakukan pengkajian untuk mencari lahan, antar tiga pilihan waktu itu yakni Sei Siring, Bayur, Makroman,kemudian tahun 1994-1995 proses pembebasan lahan karena Sei Siring telah di tetapkan sebagai lokasi Bandara. Proses panjang sepanjang sejarah pembangunan Bandara di Indonesia ini akhirnya telah beroperasi.

“Untuk saat ini Taxiway masih belum ada, lalu satu bulan ini kami sediakan angkutan massal gratis ke Bandara,”pungkasnya

Selamat kepada Bandar Udara Internasional APT Pranoto telah resmi beroperasi dan Bandara Temindung kini menjadi Kenangan yang tak terlupakan sepanjang massa. (slamet pujiono)

 400 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *