Destinasi Wisata Baru Miniatur Pulau Bali Akan Hadir Di Desa Kerta Buana

Kepala Desa Kerta Buana I Dewa Ketut Adi Basuki.(foto:slamet/indcyber.com)

INDCYBER.COM,KUKAR-Kerta Buana adalah salah satu desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.

Mayoritas penduduk desa ini berasal dari suku Bali yang ditandai dengan banyaknya rumah-rumah penduduk yang berarsitektur Bali di pinggir jalan raya desa.

Namun ada juga suku Sasak dari Nusa Tenggara Barat yang mendiami desa ini sebanyak 35% dari total penduduknya. Sisanya adalah suku Jawa,Bugis, Kutai, Dayak, Manado dan lain lain.

Potensi di Kerta Buana ini cukup banyak namun belum tergali secara menyeluruh,kita saat ini masih fokus ke Pertanian jadi sesuai dengan visi misi Kabupaten Kutai Kartanegara biar bersinergi.

Kepala Desa Kerta Buana I Dewa Ketut Adi Basuki mengatakan jika potensi desa tersebut sangat banyak namun belum tergali secara menyeluruh terutama sektor pertanian dan pariwisata.

“Potensi yang menjadi andalan ada beberapa sektor diantaranya ada sektor pertanian,pariwisata dan budaya.Ini yang akan kami munculkan di desa Kerta Buana kedepan sebagai salah satu membantu mendongkrak perekonomian masyarakat yang juga akan menambah pendapatan bagi Kabupaten Kutai Kartanegara,”ujar Dewa di ruang kerjanya, Kamis(27/5/2021).

Perlu diketahui jika desa Kerta Buana telah dikenal khalayak sebagai kampung Bali,muncul dari itulah Kepala Desa Kerta Buana I Dewa Ketut Adi Basuki ingin membuat sebuah miniatur Pulau Bali sehingga jika ada warga Kalimantan Timur ingin berwisata ke Bali namun minim biaya kedepan cukup ke Kerta Buana saja karena mulai tahun 2021 miniatur Pulau Dewasa tersebut akan dibangun lengkap dengan danau Baturnya.

“Saat ini kami lagi menyusun konsep untuk dipresentasikan ke Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terutama kepada bapak Bupati yang tentunya juga ke Dinas Pariwisata Kabupaten Kukar jika kami akan membuat destinasi wisata baru di Kukar dengan tujuan agar perekonomian masyarakat khususnya warga Kerta Buana terus bangkit meskipun di tengah pandemi yang tidak tahu kapan akan berakhir selain itu secara otomatis juga menambah pendapatan asli daerah Kukar,”uraianya.

Desa yang menurut orang tua bahari suku Bali adalah alam yang segar atau alam yang bersahabat ini dihuni oleh suku Sasak, Jawa dan Bali untuk tetap melestarikan kebudayaan nenek moyang akan berkolaborasi dengan suku lain terutama dayak dan Kutai dengan tujuan agar tetap terjalin silaturahmi yang erat.

“Tiga suku yang ada yaitu Sasak, Bali dan Jawa kami berkeinginan untuk mengkolaborasikan sehingga kami ingin ada Spot Centernya.Selain itu kami ingin disini sebagai wisata religi, karena sebelum covid-19 para wisatawan dari Bali berkunjung ke sini untuk berwisata religi ke Tenggarong, Muara Kaman kami ingin Kerta Buana juga dikunjungi,”beber Kades Kerta Buana ke 6 tersebut.

Masih lanjut Dewa,dalam rangka menyambut Hari besar Agama Hindu yaitu hari Nyepi akan ditampilkan ogah ogoh namun lagi lagi demi menarik wisatawan agar berkunjung ke Kerta Buana satu minggu sebelumnya akan ditampilkan kesenian budaya dari berbagai suku yang ada di desa Kerta Buana.

“Setiap tahun desa Kerta Buana menampilkan ogoh ogoh dalam rangka menyambut hari raya Nyepi namun sebelum acara puncak atau satu minggu sebelumnya kedepan akan kami tampilkan terlebih dahulu kesenian tradisional dari suku lain seperti Jawa,Sasak,Kutai dan Dayak dengan tujuan dengan digelarnya kesenian tradisional tersebut semakin memperkuat tali persaudaraan,”tutur pria yang ramah dan santun dengan siapapun ini.

“Karena secara tidak langsung dapat membantu mendongkrak perekonomian masyarakat desa Kerta Buana,kami ingin Kerta Buana dikenal dengan kebudayaannya.Jika ogoh ogoh sudah tampil maka antusias warga sangat luar biasa,”sambungnya.

Selain akan melestarikan budaya serta membangun miniatur Pulau Bali, Desa Kerta Buana dibawah pimpinan I Dewa Ketut Adi Basuki juga akan memanfaatkan bekas lubang tambang disulap menjadi danau Batur yang ditengahnya ada bangunan Pura khas Bali.

“Kami sudah komunikasi dengan pihak perusahaan agar salah satu bekas lubang tambang akan kami sulap menjadi tempat wisata yang mirip danau Batur dengan bangunan Pura ditengahnya,”jelasnya.

Sementara itu ketika disinggung terkait sektor pertanian maka I Dewa Ketut Adi Basuki dengan tegas mengatakan akan mengembalikan desa Kerta Buana menjadi desa lumbung padi.

“Kami ingin desa Kerta Buana ini kembali menjadi lumbung pangan,saat ini kami sedang memperbaiki saluran pengairan kaitannya dengan adanya embung jadi sebelum digunakan semua sudah siap.Kemudian terkait drainase sepanjang kurang lebih tiga kilo telah selesai dan atas bantuan atau csr dari PT MSJ,”pungkasnya.

Penulis:Slamet Pujiono
Editor:Fahri

 263 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *