EXITWAY Bandara APT Pranoto Retak Dan Masih Dalam Perbaikan

INDCYBER.COM, SAMARINDA – Exitway Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APTP) Samarinda kembali bermasalah Ahad (6/10/2019) kemarin. Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APTP Samarinda Dodi Dharma Cahyadi mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan Aerodrome Close due to Work in Progress atau taxiway tidak dapat digunakan.

Demi keselamatan penerbangan, pihaknya memutuskan untuk close runway kemarin sekira pukul 12.23 WITA hingga Senin (7/10/2019) hari ini. Kejadian ini bukanlah yang pertama. Namun, penutupan layanan di bandara diambil demi keselamatan penerbangan.

“Kami lalu mengecek di lapangan, dari hasil pengecekan kondisi taxiway mengalami kerusakan berupa titik lendutan dan retakan, kami juga mengajukan NOTAM Aerodrome close D/T TWY U/S,” ujar Dodi.

Dari hasil laporan, Dodi menambahkan, keluarlah NOTAM dengan Nomor D0327/19 NOTAMN Perihal Aerodrome Closed D/T TWY Unserviceable mulai pukul 04.23 – 23.00 WITA.  Adapun sejumlah penerbangan yang terdampak adalah maskapai Batik Air 7280 tidak dibisa take off dan Return to Apron (RTA).

“Sementara maskapai Lion Air JT314 dari Surabaya dialihkan ke Balikpapan, selengkapnya lihat grafis. Seluruh penumpang yang mengalami cancel flight atas kondisi ini dalam proses penanganan dan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Dodi.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kaltim H Salman Lumoindong mengatakan yang terjadi lendutan dan retak bukan taxiway tapi Exitway.

“Perlu saya jelaskan disini bahwa yang mengalami lendutan dan retak itu Exitway bukan taxiway, retak itupun hanya sedikit ada 7 titik dan sedikit lendutan serta hingga tadi malam sudah 4 titik yang telah selesai dikerjakan, saya juga mengawasi hingga tengah malam, “ujar Kadishub Kaltim Salman Lumoindong kepada indcyber.com di kantornya,Senin (7/10/2019).

Salman juga mengatakan sebenarnya hal tersebut tidak masalah tapi karena rasa kekhawatiran maka dilakukan perbaikan. Disisi lain ia juga mengatakan jika Exitway juga akan ditingkatkan menjadi 12 centi meter ketebalannya karena volume penerbangan hingga saat ini sudah melebihi target.

“Insyaallah tahun ini sudah kita siapkan anggaran sebesar Rp 3 Miliar untuk peningkatan ketebalan Exitway Bandara APT Pranoto, anggaran sudah siap di perubahan tahun ini tinggal nunggu proses lelang, “pungkas Salman.

Hari ini Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, atauBandara SAMS Sepinggan Balikpapan kembali padat penumpang. Hal ini merupakan imbas dari penutupan Bandara APT PranotoSamarinda, yang mengalami kerusakan pada taxiway, atau jalur antara runway dan apron.

Karena sebagian penerbangan dari dan ke Bandara APT Pranoto Samarinda dialihkan ke Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan. Sedangkan penerbangan lainnya, dicancel alias dibatalkan.

Pengalihan penerbangan dari Bandar udara APT Pranoto Samarinda akibat rusaknya Exitway tersebut ke Bandar udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menyebabkan beberapa penerbanganharus di re-route.(sp)

 247 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *