Harga ayam melonjak di Kukar

Indcyber.com, Tenggarong – Suasana pagi setelah pelaksanaan ibadah sholat ied pada rabu (22/08/18) sebagian masyarakat Kota Tenggarong yang berdagang di pasar Tangga Arung Jl. Maduningrat kembali memulai aktivitasnya.

Demi memenuhi kebutuhan konsumen, adalah alasan tepat untuk tetap mengais rezeki dengan cara memberlakukan transaksi jual beli di sela-sela perayaan hari raya qurban idul adha 1439 H

Apalagi jika melihat konsumen pembeli sudah banyak yang ngantri utamanya di kios pedagang ayam potong, tidak tanggung-tanggung antrian pembeli di suasana hari qurban pagi itu

“Harga ayam kok naik terus ya, kasian juga kami ini orang kecil kondisi keuangannya juga payah, harga ayam mahal tiap minggunya naik,” beber bu yenni, pagi itu ikut ngantri untuk belanja ayam.

Alasan utama ngantri karena kurangnya stok untuk persediaan daging atau lauk pauk di rumah untuk para tamu dan keluarga yang berkunjung merayakan suasana hari raya qurban

Sementara pedagang pun memberikan alasan terkait melonjaknya harga ayam potong di pasaran, sementara harga sekarang Rp.45,000/1kg kalau seminggu sebelumnya itu Rp.40,000/1kg sementara harga dua minggu sebelumnya berkisar Rp.38,000/1kg.

“sekarang kami jual Rp.45,000 mas dalam 1 kg kami hanya ambil untung Rp.5000 karena di kandang juga batasi pengambilan kami sebabnya  ayam langka sekarang, saya mampu jual hanya 50 ekor saja dalam sehari” ujar ibu jusna salah satu pedagang ayam potong di Jl. Maduningrat.

Berbeda dengan bu risa yang berada di kios sebelah dan kelihatannya agak sedikit rame, di banding kios ayam potong lainya.

“saat ini agak sepi mas pembelinya, karena belakangan ini harga ayam memang melonjak, tahun-tahun sebelumnya saya mampu menghabiskan 500 – 700 ekor ayam sehari, tapi sekarang mampunya hanya 100 ekor selain emang belinya dari bos juga mahal dan lagi pula di kandang juga di batasi pengambilan,” kesah bu risa pedagang ayam.

Beda halnya dengan bu ayu yang jualan pentol bakso secara online “kalau bisa sih harga ayam di turunkan ya oleh pemerintah, kasian utamanya bagi kami yang beli untuk jual lagi dalam bentuk daging olahan, walau tetap saya sendirikan pentol ayam dan pentol daging sapi dan harga seminggu terakhir masih belum saya naikkan demi menjaga kepercayaan konsumen walau harus untung tipis” demikian pungkasnya

Demi keberlangsungan hidup layak warga masyarakat, tentunya sangat di butuhkan sandang pangan serta lauk pauknya, walau harus rela ngantri untuk mendapatkan sesuatu yang di beli, apalagi yang sifatnya gratisan.

Salah satu keuntungannya tahun ini, hanya karena bertepatan dengan hari raya qurban, di seputar kota tenggarong masih ada di antara warga yang mamp

u, tetap melaksanakan ibadah menyembelih hewan qurban untuk di bagikan ke masyarakat.

Berharap kedepanya Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara, juga harus jeli melakukan pengawasan dan pendataan terkait mahalnya harga ayam dan daging menjelang hari-hari besar keagamaan yang notabenenya butuh konsumsi daging skala maksimal dari hari-hari biasa, kemudian di cari solusinya.

Demikian halnya Pemerintah Pusat harus jeli mengawasi, jagan sampai ada pemain-pemain yang mempermainkan harga termasuk di data para pengusaha kartel-kartelnya, benar tidaknya, di salurkan ke masyarakat luas tidak dengan harga yang stabil atau harus menyamakan harga dengan belanja konsumsi perusahaan yang terbilang maksimal penyuplaian perharinya untuk kebutuhan catering.

Demikian itu bisa saja memicu kenaikan harga di pasar-pasar tradisional di berbagai daerah khususnya di Kukar dengan kemampuan daya beli masyarakatnya yang terbatas, tentunya dengan harga yang masih dapat di jangkau.

 257 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *