Harga Sembako di Pasar Barong Tongkok dan Melak  Masih Stabil  Usai Lebaran Haji

Indcyber.com,SENDAWAR- Tim terpadu yang terdiri Disdakop, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, satpol PP, Polres Kubar dan pihak Kecamatan, melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) pada Rabu (14/8/2019), di dua pasar terbesar di kecamatan Barong Tongkok yaitu Pasar Jaras, dan di kecamatan Melak Pasar Olah Bebaya, Kutai Barat (Kubar).

 Sidak tersebut tidak lain adalah melihat stabilitas harga bahan pokok dan barang bergerak cepat, juga pendistribusian bahan pokok usai perayaan hari raya Idul Adha 1440 Hijjeriah.

Dalam sidak tersebut tim terpadu yang dipimpin sekretaris Disdakop, Janes Hutajulu menanyakan langsung kepada para pedagang harga bahan pokok, dan ternyata jawapan para pedagang mengatakan bahwa bahan pokok usai lebaran Haji tidak mengalami kenaikan alias masih stabil.

“ Setelah kita tanyakan kepada para pedagang ternyata bahan pokok tidak mengalami kenaikan, masih stabil,” kata Janes Hutajulu.

Ia menuturkan, usai melakukan inspeksi ini tim terpadu akan berkumpul di aula kantor Camat Melak guna diadakan evaluasi, karena tim terpadu ini mengantisipasi isu – isu mengenai harga sembako yang tidak stabil, kalau tidak turun  langsung kelapangan tidak akan tau harga kebutuhan pokok yang sebenarnya.

Janes Hutajulu menyampaikan bahwa, pendistribusian bahan pokok hingga kini masih lancar, kata para pedagang di kedua pasar yang ada di Barong Tongkok dan Melak.

“ Menurut para pedagang, yang mengalami kenaikan hanya cabe mencapai Rp. 90 – 110 ribu perkilo gram (kg),” ujarnya.

Lanjutnya, hal ini disebabkan oleh faktor alam yakni musim kemarau, sehingga para petani banyak yang gagal panen, akan tetapi masalah stok cabe masih ada dalam keadaan aman.

Janes membeberkan bahwa, kebutuhan bahan pokok Kubar masih didatangkan dari luar daerah, hal ini menyebabkan harga kadang kurang stabil, karena Kubar sangat tergantung dengan daerah lain seperti pulau jawa dan Sulawesi.

“ Kadang petani gagal panen dan distribusi terhambat oleh faktor alam, misalnya  gelombang laut tinggi sehingga kapal tidak berani berlayar,” katanya.

Janes Hutajulu meminta para penjual tidak menaikan harga terlalu tinggi tetap pada batasan yang wajar, dan gunakan timbangan yang sudah di sertifikasi Tera, serta jangan menimbun barang untuk meraih keuntungan dan  mengorbankan konsumen.

“ Apabila ada yang menimbun, kami Tim akan proses secara tegas dengan hukum yang berlaku,” tegasnya. (arf).

 1,046 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *