Herliana Yanti :Sehat Itu Mahal Harganya

Indsyber.com, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kaltim kembali menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur yang bertempat di ruang rapat Komisi IV lantai 3 DPRD Kaltim.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Rusman Yakub, dalam haering tersebut lebih menyoroti permasalahan kesehatan di Kalimantan Timur terutama tenaga medis, BPJS dan meningkatnya kasus stunting.

Menanggapi beberapa hal tersebut anggota Komisi IV DPRD Kaltim Herliana Yanti mengatakan jika ia akan terus memperjuangkan peningkatan pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur dan khususnya peningkatan kesehatan masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser.

Herliana Yanti atau karib disapa Yanti ini juga berkata jika selama ini hanya bisa monitor dan monitor tanpa ada tindakan tegas ataupun respons dari Pemerintah Daerah masing masing.Inisiatif merupakan langkah yang tepat dengan duduknya politisi moncong putih di Komisi IV untuk lebih greget dalam peningkatan mutu kesehatan di dapil PPU Paser.

“Haering ini merupakan langkah tepat yang dilakukan oleh Komisi IV dan Dinas Kesehatan karena kita jadinya tahu apa permasalahan di masyarakat sehingga angka kesehatan sangat turun, apa kah faktor kurangnya tenaga medis atau karena keadaan ekonomi sehingga gizi bagi anak anak kita jadi berkurang, “ujar perempuan kelahiran 1975 ini kepada indcyber.com, Senin (18/11/2019) di ruang kerjanya.

Selain itu Yanti saat ini juga menyoroti masalah minimnya dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Penajam, sehingga jika ada masyarakat yang sakit dan harus di tangani oleh dokter spesialis tertentu maka mereka akan menyeberang ke Balikpapan.

“Yang menjadi sorotan dan pertanyaan saya hingga saat ini kenapa rumah sakit umum PPU sangat minim dokter spesialis, sehingga ketika ada pasien yang memerlukan penanganan dokter spesialis jadi tidak bisa dan akhirnya harus ke Balikpapan dengan jarak tempuh yang lumat lama. Selain itu kami juga mempertanyakan terkait BPJS danau kasusnya stunting,”tuturnya

Untuk mengatasi hal demikian Yanti akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,pihak BPJS Kabupaten PPU maupun Paser guna memenuhi kebutuhan tenaganya medis terutama dokter spesialis dan akan berkoordinasi dengan BPJS dengan tujuan kedepan pelayanan terhadap masyarakat akan lebih baik lagi.

Saat disinggung terkait tingginya angka stunting di Kabupaten PPU dan menjadi nomor dua tertinggi setelah Kabupaten Kukar.

“Stunting adalah suatu kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umur. Atau mudahnya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Terlebih lagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat, “urainya.

Pasalnya, stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi. Anak masuk ke dalam kategori stunting ketika panjang atau tinggi badannya menunjukkan angka di bawah -2 standar deviasi (SD). Penilaian status gizi yang satu ini biasanya menggunakan grafik pertumbuhan anak (GPA) dari WHO.

“Saat ini Kabupaten PPU menduduki ranking ke dua masalah stunting setelah Kabupaten Kutai Kartanegara, makanya kami akan terus sosialisasikan ke masyarakat terkait bahayanya stunting, “imbuhnya.

Jadi singkatnya, anak dengan tubuh pendek belum tentu serta merta mengalami stunting. Pasalnya, stunting hanya bisa terjadi ketika kurangnya asupan nutrisi harian anak, sehingga memengaruhi perkembangan tinggi badannya.

“Kami akui terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten PPU serta terus bersosialisasi ke masyarakat terkait peningkatan kesehatan serta akan menekan laju angka stunting, mari jaga kesehatan keluarga kita karena sehat itu mahal harganya “urainya.

Ketika disinggung terkait dunia Pendidikan, Yanti mengaku jika Pendidikan di PPU dan Paser saat ini sudah cukup bagus.

“Kalau terkait pendidikan di PPU maupun Paser Sudah sangat bagus meskipun begitu saya akan terus berjuang dan berbuat untuk masyarakat PPU dan Paser terutama peningkatan Kesehatan , “pungkasnya. (adv/sp)

 324 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *