JAHIDIN MERADANG DI PARIPURNA KE 8 DPRD KALTIM

INDCYBER.COM, SAMARINDA -Ketua Bapemperda DPRD Kaltim H Jahidin, SH MH tampak kesal kepada oknum wartawan yang sempat memuat berita jika DPRD Kaltim dalam hal ini Badan Pembentukan Peraturan Daerah tidak pernah menyentuh satu raperdapun. 

Setelah menyampaikan hasil akhir kerja timnya mantan anggota Polri yang pernah bertugas di bagaian penyidik ini langsung menyemprot oknum wartawan yang dia sebut dengan sebutan wartawan kampung.

Tak tanggung-tanggung, pernyataan ini disampaikan di mimbar rapat Paripurna ke 8 di gedung utama DPRD Kaltim Jl Teuku Umar Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (13/3/2019).

Entah ada maksud apa Jahidin menyampaikan hal tersebut di Paripurna kali ini yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Pemprov Kaltim Meiliana serta undangan dan sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Kaltim.

“Melalui mimbar ini, ada 6 Raperda yang sudah kita bahas. Kepada rekan pers, ini saya sasar kepada oknum Wartawan kampung. Realitanya sudah 6 yang dibahas, tapi dalam berita disebut satupun belum ada dibahas,” ujar Jahidin.

Ia meminta kepada awak media untuk tidak menyebarkan hoax dengan menyebutkan DPRD Kaltim tak pernah sekalipun menyentuh Raperda. Menurutnya dengan disetujuinya Raperda tentang Kearsipan dan TatibDPRD Kaltim, sudah ada 6 Raperdayang dibahas anggota dewan Karang Paci.

Bahkan Jahidin menyebut dirinya bisa saja memperkarakan awak media yang menuliskan hoax tersebut.

“Pengalaman saya sebagai penyidik ya semua instansi harus diperlakukan sama sekalipun media. Kalau benar ya benar. Jangan ditulis salah. Ini bentuk klarifikasi,” ketusnnya

Namun saat dikonfirmasi usai sidang paripurna , Jahidin enggan menanggapi pernyataannya.

Sementara itu anggota DPRD Kaltim fraksi Golkar, Sapto Setyo Pramono menyayangkan sikap anggota dewan yang menyebut oknum awak media dengan istilah wartawan kampung.

“Pernyataan begini tak perlu dibawa emosi,selow saja tidak  perlu menyampaikan pernyataan wartawan kampung. Memangnya wartawan ada yang di kota dan ada yang di kampung? Saya pikir wartawan itu teman kita, tanpa media ya semua tidak bisa apa-apa. Semua saling simbiosis mutualisme,” ucap Sapto.

Masih menurut Sapto, awak media sah-sah saja memberikan kritikannya terhadap kinerja DPRD. Anggota dewan tak perlu alergi dengan kritikan awak media yang sifatnya mengingatkan.

“Tidak ada asap tanpa api, Wartawan sah sah saja kritikan itu tinggal dipanggil saja itu dan klarifikasi tunjukkan dasarnya. Apa susahnya begitu,kalau saya berpikir begitu saja tidak usah alergi,”pungkasnya (advertorial /sp)

 11,437 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *