Jalan Pattimura Akan Ditutup Total Mulai Tanggal 5 Hingga 10 Februari 2021

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim AFF Sembiring, Kepala Dinas PUPR Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ir H Seno Aji, M.Si dan Kepala UPTD Wilayah II PUPR Kaltim H Joniansah serta Camat Palaran Suwarso saat meninjau langsung lokasi longsoran di jalan Pattimura Kecamatan Samarinda Seberang.(foto:slamet/indcyber.com).

Penulis:Slamet Pujiono

INDCYBER.COM,SAMARINDA-Guna memaksimalkan pengerjaan pembersihan longsoran tanah yang menutup hampir seluruh badan jalan di jalan Pattimura Kecamatan Samarinda Seberang,Kepala Dinas PUPR,Kepala UPTD Wilayah II,Kepala Dinas Perhubungan Kaltim serta stakeholder terkait melakukan tinjauan langsung ke lokasi longsoran dengan menggelar rakor kecil ditengah teriknya sinar matahari,Rabu(3/2/2021).

Seperti yang telah ditegaskan oleh Kadishub Kaltim AFF Sembiring jika jalan Pattimura mulai tanggal 5 hingga 10 Februari 2021 akan ditutup total guna mempercepat proses pembersihan material longsoran dan pengecoran.

“Setelah kami gelar rakor kecil dilokasi longsoran dapat kami tegaskan jika jalan Pattimura ini mulai tanggal 5 hingga 10 Februari 2021 akan ditutup guna kelancaran pengerjaan pembersihan tanah longsoran serta pengecoran, jadi kami mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan mohon maaf atas penutupan jalan Pattimura tersebut karena ini semua tidak ada maksud apa apa kecuali kembali kepada kepentingan masyarakat,”ujar Sembiring kepada indcyber.com, Kamis(3/2/2021).

Masih lanjut pria yang terkenal ramah ini dengan ditutupnya jalan Pattimura dari tanggal 5 hingga 10 Februari mendatang maka masyarakat yang beraktifitas melalui jalan tersebut untuk sementara waktu akan dialihkan ke jalur alternatif dengan dibantu pihak Kepolisian Sektor Samarinda Seberang serta unsur Muspika setempat.

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Dinas PUPR Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan dengan penutupan jalan Pattimura selama lima hari karena pihaknya akan mengerjakan pengecoran.

“Jalan ini akan kami tutup total kami mengerjakan cor beton di longsoran setelah usai cor beton sudah buka tapi dalam lima hari itu kami juga mengerjakan yang disana baru yang sepuluh hari itu yang membuang tanah kalau bisa buka tutup,”ujar AM Fitra Firnanda kepada indcyber.com.

Namun Nanda sapaan karibnya mengatakan jika ia tidak dapat memprediksi hujan atau cerah karena jika diliat tanahnya sangat labil dan pihaknya juga tidak berani ini mengatakan jika tanah tersebut adalah tanah urug tapi dari segi pengamatan tanah itu sangat gembur.Jadi setiap hujan tanah tersebut turun karena selama ini yang dilakukan oleh Dinas PUPR Kaltim hanya mengangkat tanah bagitu hujan tanah akan turun lagi.

“Jika ada bantuan alat berat dari perusahaan kami dengan senang hati ada alat bantuan dari perusahaan jadi ada partisipasi dari perusahaan lebih bagus namun itu yang saya bilang perlu dipikirkan karena manuver alat serta lalu lintas alat jangan sampai petugas sibuk namun membahayakan masyarakat yang lewat yang jelas alat kami akan kami maksimalkan kalau kurang tambahi sama alat perusahaan silahkan,”ungkapnya.

Saat disinggung terkait anggaran,Nanda menjelaskan sudah alokasikan bangunan permanen dan beton(dinding penahan tanah)ini sudah akan dalam proses lelang dengan memakan waktu satu bulan.Untuk anggaran sendiri sudah dialokasikan kurang lebih senilai Rp 7-8 milliar di anggaran murni tahun 2021.

“Ini banyak hal yang kami pikirkan disini terutama masalah labilnya tanah jadi dinding penahan tanah pun belum tentu jaminan bahwa itu sangat kuat.Dan harus ada antisipasi dari atas,”pungkasnya.

Ditempat yang sama Kepala UPTD Wilayah II PUPR Kaltim H Joniansah menegaskan jika pihaknya telah siap menurunkan alat dan bekerja 24 jam guna mempercepat proses pengecoran dan pembuangan tanah.

“Alat yang ada di unit kita akan kita turunkan dengan dua unit eksavator,tiga unit begoloader mungkin juga akan tambahkan penerangan untuk penerangan malam serta greader untuk pembersihan terakhir,insyaallah cukup lah dengan lokasi segini manuver dengan alat yang ada cukuplah.Mudahan dengan alat kita lima hari kerja dan 10 hari pembuangan dapat tuntas.Perlu diketahui jika rencana pengecoran dengan lebar badan jalan dan panjang 15 meter,”urai Joniansah.(*)

 

 350 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *