JALAN UTAMA MENUJU BANDARA APT PRANOTO SAMARINDA SEGERA DILEBARKAN

INDCYBER.COM, SAMARINDA -Jalan poros nasional Samarinda-Bontang-Bengalon yang merupakan jalan utama menuju Bandara APT Pranoto Samarinda akan dilebarkan.Tepatnya mulai simpang Lempake hingga menuju Bengalon, Kutai Timur.

Pelebaran ruas jalan nasional ini menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dengan sistem Multiyears Contract (MYC).

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, M Taufik Fauzi, mengatakan pelebaran jalan ini bisa dimulai tahun ini.

“Insya Allah pengerjaan pelebaran jalan utama menuju Bandara APT Pranoto akan dimulai tahun ini, dan akan berlanjut sampai 2019,karena ini proyek MYC APBN,” ujar Taufik usai menghadiri Penerbangan Pertama dari Bandara APT Pranoto menuju Jakarta.

Perlu kita ketahui jika nilai pagu untuk pelebaran jalan tersebut sebesar Rp 180 miliar.

Masih menurut Taufik, lebar jalan terutama pada simpang Lempake hingga Bontang, masih sangat kurang,sehingga  pada ruas tersebut kerapkali terjadi kecelakaan.

“Ya seperti saat penerbangan perdana Garuda kemarin kan ada kecelakaan di tanjakan menuju kebun raya, karena jalannya sempit,” urai Taufik.

Terlebih saat ini Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto sudah melayani penerbangan langsung ke berbagai kota besar di Indonesia.Sehingga akses jalan menuju bandara pun turut harus diperhatikan.

“Ruas jalan ini kan nanti semakin padat karena ada bandara yang sudah melayani penerbangan ke berbagai daerah,” imbuh Taufik.

Disisi lain Taufik mengatakan,untuk ruas Jalan DI Pandjaitan yang juga berstatus sebagai jalan nasional belum mendapat penanganan pada tahun ini.

Diketahui, ruas jalan tersebut menjadi salah satu titik banjir terparah di Samarinda.Sedangkan saat ini, ruas tersebut menjadi akses utama dari Samarinda Kota menuju Bandara.

“Yang DI Pandjaitan belum ada penanganan itu juga ruas jalan nasional,” katanya.

Dinas PU, lanjut Taufik, sejatinya sudah mengupayakan agar Pemerintah Pusat juga menangani ruas Jalan DI Pandjaitan.

Taufik mengaku, dirinya sudah bertemu dengan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

Dari pertemuan tersebut,BPJN menyarankan agar persoalan pada Jalan DI Pandjaitan dibahas bersama berbagai pihak.

“Jadi, Kepala BPJN menyarankan kita duduk bersama. Ada Pemprov, BPJN, BWS (Balai Wilayah Sungai) untuk penanganan banjirnya. Kemudian juga dengan Pemkot Samarinda, dalam kaitannya untuk pembebasan lahan serta penanganan banjirnya, “pungkas Taufik

 108 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *