Kecamatan Mook Manaar Bulatn Perlu Infrastruktur Yang Memadai Hingga Penerangan Listrik Ngara

Indcyber.com, SAMARINDA – Kecamatan Mook Manaar Bulatn merupakan wilayah Kabupaten Kutai Barat Propinsi Kalimantan Timur dan pemerintahannya dipimpin oleh seorang Camat. Kondisi Topografi secara umum daratan rendah. Awal berdirinya Kecamatan Mook Manaar Bulatn pada tahun 1923 yang mana kecamatan ini masih bergabung  dengan Kecamatan Muara Pahu dan Siluq Ngurai, kemudian membentuk kecamatan sendiri pada Tahun 2004 sampai sekarang ini dengan membawahi 15 kampung. Batas wilayah Kecamatan Mook Manaar Bulatn adalah:

Sebelah Utara : berbatasan dengan Kec. Muara Pahu. Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kec. Tering. Sebelah Barat : berbatasan dengan Kec. Kota Bangun. Sebelah Timur : berbatasan dengan Kec. Melak

Kecamatan Mook Manaar Bulatn membawahi 15 Kampung, yaitu antara lain:

1.Kampung Karangan

2.Kampung Gunung Rampah

3.Kampung Sakaq Lotoq

4.Kampung Jengan

5.Kampung Kelumpang

7.Kampung Merayak

8.Kampung Linggang Marimun

9.Kampung Muara Batuq

10.Kampung Rambayan

11.Kampung Gemuruh

12.Kampung Gadur

13.Kampung Sakaq Tada

14.Kampung Muara Jawaq

15.Kampung Abit

16.Kampung Muara Kalaq

Sementara itu Kecamatan Mook Manaar Bulatn mulai berpartisipasi dengan program sejak tahun 2007 sampai sekarang dimana kampung yang sudah mendapatkan kegiatan Prasarana berjumlah 15 (Lima Belas) kampung dan kegiatan Simpan Pinjam Khusus Perempuan semua kampung sudah mendapatkan dan berpartisipasi dalam kegiatan dana perguliran.

Namun jika melihat kondisi seperti itu sangat berbanding terbalik karena saat ini infrastruktur jalan maupun bidang lainnya masih jauh dari daerah lain. Mook Manar Bulatn masih belum menikmati jalan yang mulus, air bersih bahkan listrik negara pun belum mengaliri wilayah tersebut.

“Kondisi seperti itu saya ketahui setelah melakukan kegiatan reses beberapa waktu lalu, masyarakat Kecamatan Mook Manaar Bulatn mengeluhkan kondisi jalan yang sangat tidak bagus sehingga dalam kegiatan sehari hari lebih memilih jalur sungai, kemudian air bersih, listrik PLN pun belum masuk ke wilayah tersebut. Warga juga mengeluhkan jika minimnya signal telefon genggam sehingga warga sangat sulit untuk berkomunikasi, “ujar Ekti Imanuel.

Melihat kondisi seperti itu Ekti Imanuel langsung melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubar dan instansi terkait agar segera mendapatkan solusi serta menikmati fasilitas maupun pembangunan infrastruktur yang memadai seperti daerah lain.

“Saya juga telah bertemu dengan Wakil Bupati Kutai Barat guna menyampaikan apa yang telah dirasakan masyarakat Kecamatan Mook Manaar Bulatn, beliau sangat merespon dengan baik bahkan beliau langsung koordinasi dengan instansi terkait dan PLN. Aspirasi masyarakat telah saya tindak lanjuti semoga paling lambat tahun depan Kecamatan Mook Manaar Bulatn sudah menikmati fasilitas yang baik, penerangan lampu dari PLN 24 jam serta tidak ada lagi kampung yang blank spot, “bebernya.

Selain itu Ekti Imanuel juga akan terus memperjuangkan infrastruktur jalan yang menghubungkan ke dan dari Kubar yang saat ini sudah parah, agar waktu tempuh lebih efisien dengan jalan yang mulus.

“Saya akan terus memperjuangkan anggaran untuk meningkatkan jalan penghubung dari Kubar maupun sebaliknya yang kebetulan saya juga duduk di Komisi III DPRD Kaltim terus berkoordinasi dengan Dinas terkait terutama Dinas PUPR Kaltim maupun Dinas PUPR Kubar agar peningkatan infrastruktur jalan di Kubar segera terwujud “pungkas mantan Ketua KONI Kubar. (adv/sp)

 922 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *