Komisi I DPRD Kota Bontang Berbicara Pendidikan Di Tengah Pandemi Covid-19 Dengan Komisi IV DPRD Kaltim

Ketua Komisi I DPRD Kota Bontang H Muslimin,(Slamet Pujiono/indcyber.com)

Penulis: Slamet Pujiono
Editor: Redaksi
INDCYBER.COM, SAMARINDA-Komisi I DPRD Kota Bontang melakukan kunjungan kerja ke Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur bertempat di gedung E lantai dasar kompleks Sekretariat DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar Karang Paci Samarinda, Kamis (10/9/2020).

Dalam kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Bontang H Muslimin dengan didampingi oleh para anggota Komisi I DPRD Kota Bontang.

Kunjungan kerja Komisi I DPRD Kota Bontang lebih banyak membahas tentang Pendidikan di tengah pandemi Covid-19, rombongan diterima oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin, Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Anwar Sanusi beserta instansi terkait.

“Hasil dari kunjungan kerja Komisi I DPRD Kota Bontang adalah telah mendengarkan langsung apa yang telah disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kaltim yang telah menemui empat Menteri guna mengevaluasi kelangsungan belajar mengajar siswa di tengah pandemi Covid-19.Yang mana telah disampaikan tadi bahwa yang boleh menyelenggarakan sekolah tatap muka adalah daerah zona hijau dan zona kuning,”ujar Ketua Komisi I DPRD kota Bontang kepada indcyber.com usai hearing.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua fraksi Golkar DPRD Kota Bontang ini mengatakan jika terus menerus melakukan sistem belajar secara daring maka ilmu yang didapat para siswa maka tidak akan maksimal.

Dalam sistem belajar tatap muka pun Muslimin kedepan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait yakni Dinas Pendidikan Kaltim, Komisi IV DPRD Kaltim,Pemerintah Kota Bontang,Dinas Pendidikan Kota Bontang dan persetujuan pihak orang tua murid mengijinkan tidak jika anaknya turun sekolah.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Komisi IV DPRD Kaltim,Dinas Pendidikan Kaltim juga dengan Dinas Pendidikan Kota Bontang, Pemerintah Kota Bontang guna berdiskusi tentang belajar tatap muka namun jika orang tua murid tidak setuju untuk tatap muka maka belajar mengajar sistem daring atau online tetap dilakukan,”imbuhnya.

Saat ditanya tentang hambatan belajar mengajar melalui daring atau online, Muslimin mengatakan jika setiap daerah pasti mempunyai hal yang sama yaitu jaringan internet.

“Sistem belajar mengajar online saya rasa setiap daerah pasti mengalami sedikit kendala terutama terkait jaringan kalau untuk Kota Bontang akan mendapatkan paket data namun di Bontang ini kan tidak semuanya memiliki jaringan internet yang bagus.Bahwa belajar mengajar melalui sistem online ini tidak efektif artinya untuk menyerap ilmu itu lebih mudah jika tatap muka, untuk itu saya pribadi maupun selaku Ketua Komisi I DPRD Kota Bontang meminta kepada DPRD Kaltim khususnya Komisi IV,Dinas Pendidikan Kaltim serta instansi terkait untuk dilakukan kajian dalam zona merah dan hijau dapat melakukan belajar mengajar tatap muka biar efektif,”pungkasnya.

 163 total views,  6 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *