Lima Desa Di Kukar Akan Segera Menerima Pasokan Air Bersih Tanpa Menunggu Giliran

Direktur Utama Perumdam Tirta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara Suparno.(foto:slamet/Indcyber.com).

INDCYBER.COM,BAKUNGAN-PDAM Tirta Mahakam Unit Desa Bakungan, Kutai Kartanegara akan memulai pembangunan penambahan kapasitas produksi air bersih dari 60 liter per detik menjadi 85 liter perdetik dan penyambungan tersebut diperkirakan akan dimulai awal bulan September 2021 mendatang.

Artinya keluhan masyarakat atas pasokan air bersih di lima desa terutama desa Loa Duri yang dialiri pipa air yang selama beberapa tahun terakhir tidak mencukupi akan menemukan jalan keluar.

Selama sekian lama memang warga Kukar yang tinggal di lima desa yang teraliri air PDAM Tirta Mahakam bolak-balik ke DPRD dan Pemerintah Kukar untuk menyampaikan aspirasi dan protes atas minimnya pasokan air PDAM yang debitnya diperkirakan kurang dari setengah persen atau hanya sekitar 40 persen ke rumah penduduk.

Warga lantas terpaksa menggunakan air alternatif yang kecendrungan kondisinya tidak sehat untuk memenuhi kebutuhan minum dan cuci warga setiap hari, sehingga memicu “amarah” warga.

Lima desa di wilayah yang teraliri air PDAM yang tercatat rajin menyampaikan protes ke wakil rakyat dan Pemda Kukar tersebut adalah warga Desa Loa Duri Hulu, Desa Loa Duri Hilir, Desa Bakungan, Desa Jembayan dan Desa Margasari. Lima desa inilah yang memang dikenal paling kencang “teriakannya” ke wakil rakyat dan pemerintah daerah, tak terkecuali melakukan aksi protes kepada menejemen PDAM Tirta Mahakam, lantaran pasokan air bersih mereka tak maksimal teraliri.

Rombongan Komisi Gabungan I dan II DPRD Kukar bulan lalu pun turun gunung melakukan sidak ke pabrik pengelolaan air PDAM Tirta Mahakam di Desa Bakungan, Kukar. Wakil rakyat belusukan untuk melihat kondisi secara real yang terjadi di pengelolaan air bersih itu.

Namun dalam sidak itu, wakil rakyat justru menemukan PDAM sedang melakukan pengerjaan proyek penambahan kapasitas produksi air dengan membangun sejumlah fasilitas penunjang. Wakil rakyat lantas jujur mengaku puas dengan keadaan itu sebab pihak PDAM ternyata sedang serius membangun proyek fisik untuk menambah kapasitas produksi air PDAM.

Para wakil rakyat mendapat informasi dari PDAM bahwa setelah pembangunan penambahan fasilitas produksi PDAM, maka warga akan mendapat tambahan sekitar 40 liter air bersih per detik, sehingga diyakini sudah mampu mengobati keluhan warga di 5 kecamatan.

Pembangunan proyek itu dilaksanakan oleh pihak ketiga atau kontraktor yang beberapa tahapan bangunan fisiknya secara resmi akan dilaunching pelaksanannya pada September 2021 yang akan datang.

Manajemen PDAM Tirta Mahakam mengaku membutuhkan sekitar 90 hari dihitung mundur mulai dari hari sekarang untuk merampungkan bangunan utama sejumlah penunjang produksi air. Bahkan manajemen PDAM akan mendorong kontraktor lebih kencang lagi dengan harapan percepatan pembangunan tambahan fasilitas produksi air tersebut bisa lebih cepat dari jadwal yang ditargetkan.

Direktur Utama PDAM Tirta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara Suparno jujur dan tak menampik mengakui jika selama ini warga melakukan protes keras ke pihaknya lantaran pasokan air ke rumah mereka tidak sampai 24 jam setiap hari.

Alasannya sebab pasokan produksi saat ini tidak mencukupi sekitar 25 liter perdetik. Akibatnya warga tak bisa berharap banyak untuk menikmati air secara kontinyu setiap hari selama 24 jam.

Namun manajemen PDAM Tirta Mahakam kemudian bernapas lega sebab melalui penambahan kapasitas produksi itu nantinya PDAM ini akan mampu memproduksi air bersih tambahan sekitar 40 liter perdetik.

“Kapasitas sebanyak itu kami yakin sudah bisa mencukupi kebtuhan masyarakat di 5 desa,”ujar Suparno.

Hanya saja pembangunan fisik penambahan kapasitas produksi itu lantas sudah selesai. Namun dari upaya itu PDAM dan Pemkab Kukar serta anggota DPRD Kukar masih memiliki Pekerjaan Rumah baru.

Pasalnya dengan kapasitas produksi baru itu otomatis akan mempengaruhi perombakan dan penambahan pipa baru yang berukuran jauh lebih besar dari sebelumnya.

Artinya, PDAM masih membutuhkan dana tambahan yang diharapkan dari APBD kolaborasi APBN untuk menjawab hal itu.Terkait hal itu, menurut Suparno, pihaknya juga sudah roadshow mengetuk pintu-pintu post anggaran APBD dan APBN berada.

Hasilnya menggembirakan sebab Suparno mampu menembus APBD dan APBN yang dimaksud sehingga Kukar merupakan salah satu Kabupaten di Kaltim yang mendapat bantuan pembangunan fisik untuk penambahan kapasitas produksi air bersih.

“Sedangkan daerah darhal lain hanya mendapat sumbangan reguler saja,”ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, wakil rakyat di DPRD Kukar mengaku memberikan apresiasi kepada uapaya upaya Dirut PDAM untuk menjawab keluhan masyarakat. Sehinggga menurut Ketua Komisi I DPRD Kukar Supriyadi,pihaknya dan komisi terkait akan mendorong Bupati Kukar agar memberikan perhatian khusus terkait soal PDAM tersebut.

“Untuk menjawab solusi air bersih, PDAM tentu tidak boleh sendiri tetapi kami di DPRD akan mendorong bupati untuk sama sama menyelesaikan persoalan air bersih itu,”terang Supriadi.

Sedang wakil rakyat lainnya, yakni Ahmad Yani menilai dengan penambahan kapasitas produksi PDAM itu, maka akan menjadi penawar kekecewaan bagi rakyat selama ini. Sehingga PDAM kita apresiasi upaya upaya mereka yang telah dia tempuh selama ini,”pungkas Ahmad Yani.

Penulis:Slamet Pujiono
Editor:Redaksi Indcyber.com

 199 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *