Lomba Oltrad Menyumpit

INDCYBER.COM, SENDAWAR – Dirgahayu Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang ke 19, mengadakan serangkaian kegiatan Olah Raga Tradisional (Oltrad), dan salah satunya lomba menyumpit dengan berbagai katagori, diikuti kurang lebih 150 peserta putra dan putri dari berbagai daerah.

Lomba menyumpit ini berlangsung selama dua hari 29 – 30 Oktober 2018 , dengan katagori menyumpit beregu putra kelas lokal, beregu putri kelas lokal, beregu putra kelas open, beregu putri kelas open, beregu putra Bull Eye kelas open serta beregu putri Bull Eye kelas open, berlangsung dihalaman parkir Taman Budaya Sendawar (TBS) setiap tahunnya.

Dahau Tahun 2018 ini mengusung sub tema “ Dengan Budaya Sempekat dan Kerukunan Kita Menjaga Persatuan dan Persaudaraan di Tanaa Purai Ngeriman,”.

Koordinator Oltrad Ali Sadikin melalui wakilnya Alkatib yang didampingi sekretarisnya Yunus menyampaikan,” Olah raga menyumpit ini banyak digemari masyarakat, baik lokal Kubar maupun dari luar daerah,” kata Alkatib saat ditemui disela – sela pertandingan, Selasa (30/10/2018) di TBS.

Dikatakan Alkatib, peserta ini ada yang dari Bontang, Kutim, Kalteng , Kalsel, Kaltara dan Tenggarong, mereka sangat antusias sekali mengikuti Oltrad menyumpit ini, rombongan ini kita undang dan selalu datang setiap tahun hanya mengikuti Oltrad menyumpit saja.

Ia menambahkan, untuk lebih efektifnya mengikuti Oltrad menyumpit ini hendaknya peserta mempunyai alat sendiri, karena kalau punya alat sendiri pasti akan lebih akurat dalam membidik, karena sudah paham ukurannya serta kekuatan meniupnya.

“ Kebanyakan peserta ini meminjam alat dari teman mereka, sementara kalau meminjam kita tidak tahu ukuran kekuatan kita meniup sumpit ini,” ujar Alkatip.

Lanjutnya, disarankan kepada para peserta hendaknya memiliki alat sumpit sendiri, karena barang tersebut tidak juga mahal, sekarang alat tersebut sudah banyak yang dimodifikasi menggunakan pipa, fiber, karbon, sedangkan penutup belakang anak sumpit ditutup pakai sandal jepit yang di potong enak juga didapatnya.

“ Kalau jaman sekarang yang tradisional malah kalah akurat melawan yang dimodifikasi, yang tradisional tidak tahan melawan angin,” ungkap Alkatib.

Alkatib mengatakan, panitia tidak membatasi alat yang di pakai oleh peserta, mau panjang atau pendek terserah, tapi menurutnya, alat sumpit yang lebih panjang kebanyakan lebih akurat hasilnya, jadi peserta bebas untuk berlomba.

“ Kebanyakan alat sumpit yang digunakan peserta rata – rata dua meter lebih semua,” ujarnya.

Ia menambahkan, kalau seperti pertandingan Open yang berjarak 30 meter harus memakai yang panjang, karena kalau memakai yang pendek habis dimakan angin saja dan bisa tidak sampai ke sasaran.

Para peserta lomba menyumpit
Para peserta lomba menyumpit

Didalam katagori menyumpit tidak ada istilah semi final maupun final, karena lomba menyumpit ini hanya di hitung nilai, siapa nilainya tertinggi sampai di akhir pertandingan dialah yang menjadi juaranya. (adv/arf)

 142 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *