Mahakam Travel Mart Jilid II Digelar Bulan Maret 2020

INDCYBER.COM, SAMARINDA- Dengan Mahakam Travel Mart ke-II Table Top & FamTrip pada tanggal 27-30 Maret 2020, yang bertujuan untuk Membangun Pariwisata Kalimantan Timur dengan memperkenalkan Destinasi Wisata Kaltim kepada seluruh Biro Perjalanan Wisata/Tour Operator dari seluruh Indonesia & mancanegara dan untuk Mendukung Pertumbuhan Perekonomian Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kalimantan Timur .

Serta guna mendorong pertumbuhan bisnis pariwisata di Kota Samarinda. DPD ASITA Kaltim kembali menggelar ajang tahunan yakni Mahakam Travel Mart (MTM) yang mana bertujuan untuk pengenalan dan pengembangan pariwisata di Kaltim ke kancah domestik hingga internasional.

Di mana ajang ini mempertemukan agen tour & travel, hotel, restoran, objek wisata dan pemangku kepentingan lainnya di Kaltim. Dan juga Buyyer dari seluruh Indonesia dan mancanegara bersama dengan visitor yang terdiri jurnalis, travel blogger dan partner media sosial.

Kegiatan sendiri akan dipusatkan di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda pada 27-30 Maret mendatang.

Sementara itu I Gusti Bagus Putra,SE selaku Ketua Panitia Mahakam Travel Mart ke-II mengatakan target utama hajatan tahunan ini sebagai perkenalanan sekaligus menjual potensi wisata yang ada di Kaltim, khususnya Samarinda.

“Tujuan MTM ini adalah sebagai bentuk peningkatan sekaligus menjual potensi wisata yang ada di Kaltim khususnya Samarinda.Seperti contoh tidak lama lagi pelayanan penerbangan dari Bandara APATP Samarinda bisa langsung ke Bandara Maratua Berau yang kita kenal dengan potensi wisata yang sangat menjanjikan,”ujar Suami dari Kadis Pariwisata Samarinda dalam konpers menjelang Mahakam Travel Mart ke-II.

Terlebih itu, membangun pariwisata dan mendukung pertumbuhan perekonomian usaha mikro dan menengah. Diantaranya kerajinan souvenir daerah, kampung tenun sarung, usaha yang diproduksi secara perorangan/industri.

Masih lanjut dia, agenda ini menjadi momentum update produk wisata. Sekaligus ajang menumpuk kritik dan masukan dari para pelaku wisata. Sehingga dengan begitu diharapkan bisa sebagai bahan pertimbangan pemerintah membuat terobosan.

“Jadi kita bisa mendengar apa-apa saja yang menjadi keluhan dan masukan supaya bersama-sama membangun potensi wisata di Kaltim, khususnya Samarinda,” pungkasnya.(sp)

 221 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *