Pama Selenggarakan Pelatihan Masa Akhir Trainer Pendidikan

Indcyber.com. SENDAWAR – Diakhir masa pelatihan Trainer Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum K. 13 binaan PT. Pamapersada Nusanatara dan PT. United Tractor UT, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan yayasan pendidikan Astra, berlangsung di tiga kecamatan, Damai, Dilang Puti dan Muara Lawa.

Pengimbasan pelatihan ini , diharapkan para trainer dapat melakukan training terhadap guru di sekolah – sekolah yang belum mendapatkan pelatihan, karena tahun ajaran baru 2019 nanti bukan lagi KTSP yang dipakai, melainkan kurikulum K. 13 .

CSR Officer Pama, Sabinus saat membuka acara menyampaikan terima kasih kepada trainer yang selama ini sudah mengikuti program pelatihan.

“ Untuk itu kami dari pihak penyelenggara berharap kepada bapak dan ibu sekalian yang sudah menjadi trainer bisa berguna bagi sekolah lain di Kubar yang belum mendapatkan pelatihan,” kata Sabinus.

Dikatakan Sabinus, Dari pihak perusahaan hanya bisa memfasilitasi, semoga bapak dan ibu sekalian dapat menerapkannya dilapangan nantinya, dengan harapan semua sekolah yang mendapatkan training nantinya tidak ada kendala atau kesulitan dalam penilaian atau pengisian raport nya.

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Bentian Besar Yovi Friati yang juga sebagai fasilitator dalam pelatihan guru – guru yang mengikuti pelatihan selama kurun waktu lima tahun sampai saat ini mengatakan, selama mengikuti pelatihan ini banyak sekali teman – teman guru ini yang keluar masuk mengikuti pelatihan ini, pada awal mulanya susah sekali mereka ikut pelatihan ini, lama kelamaan mereka sadar untuk ikut dalam pelatihan ini.

“ Mereka merasakan sulit memberikan penilaian di raport, Menjelang penerapan K.13 baru mereka berlomba mengikuti pelatihan ini,” kata Yovi Friati.

Dikatakan Yovi Friati, untuk meningkatkan kopetensi guru yang selama ini tidak sesuai dengan mata pelajarannya disekolah, atau bahasa sekarang tidak linear, maka dari itu para trainer ini sudah siap diterjunkan ke sekolah – sekolah untuk melakukan training terhadap guru – guru yang belum mendapatkan pelatihan, guna membantu para guru mempermudah nanti nya melakukan penilaian di raport menjelang kenaikan kelas maupun kelulusan.

Lanjutnya, sudah selayaknya kami yang dilatih dari awal hingga saat ini untuk menjadi trainer, dengan harapan saya dan teman – teman dapat memberikan pelatihan yang terbaik terhadap para guru yang ada belum mendapatkan pelatihan baik diseputaran lingkungan kami dan Kutai Barat pada umumnya, sebelum pemerintah memberlakukan K. 13 ini di tahun ajaran baru 2019 nanti.

” Semoga pelatihan yang kami dapat bermanfaat bagi sekolah yang lain” ungkap Yovi Friati.

Ia mengatakan, ada yang bilang kok sulit betul katanya, akan tetapi setelah mendapatkan pelatihan dengan cara sederhana tetapi tidak menyalahi aruran yang ada, baru mereka puas, nanti nya sekolah – sekolah yang sudah mendapatkan binaan dapat melakukan penilaian dengan benar dan obyektif di raportnya, terutama para wali kelas untuk memberikan penilaian migisi raport.

Sementara itu kepala sekolah SMP Negeri 1 Muara Lawa Timotius saat ditemui di ruang kerjanya usai pembukaan pelatihan ini menyampaikan, pelatihan KTSP akan berakhir tahun ini dan masih diberlakukan untuk anak – anak kelas 9, dan selanjutnya kelas 7 dan 8 tahun depan sudah tidak ada lagi, karena tahun ajaran baru 2019 mendatang sudah beralih ke K. 13 semua,” kata Timotius.

Dikatakan Timotius, pelatihan yang dilaksanakan Pama ini sangat membantu sekali terhadap para guru – guru ini, terutama para wali kelas supaya lebih paham cara memberi atau mengisi raport nantinya, karena K. 13 sendiri jauh lebih sulit dibandingkan masih memakai KTSP dulu.

Lanjutnya, oleh sebab itu sangat bersyukur dan berterima kasih sekali terhadap perusahaan yang sangat perduli sekali terhadap pendidikan di Kubar ini, seperti program yang dilaksnakan oleh PT. Pama yang sudah membantu para guru – guru di Kubar ini.

Disamping itu kalau pihak sekolah harus melaksanakan kegiatan semacam ini tentunya berpikir dua kali, disamping tidak adanya anggaran untuk kegiatan ini dan biayanya pasti sangat besar tidak sanggup mendatangkan Tutor dari luar kota seperti Pama ini.

Dengan harapan para guru sudah paham semua dengan cara penilaian yang obyektif, terutama para guru wali kelas, dan bagi anak – anak didik mudahan nilai mereka memuaskan dan bisa bersaing dengan sekolah lain untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. (arf).

 273 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *