PDAM Kubar Sudah Siapkan Mesin Baru

www.indcyber.com, SENDAWAR – Untuk memaksimalkan pendistribusian suplaian air bersih, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) PT. Tirta Sendawar, yang berkantor di jalan Sendawar Raya, kampung Karang Rejo atau dengan sebutan Samarinda Dua, kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat (Kubar), masih memerlukan suplaian Peusahaan Listrik Negara (PLN) sebanyak 2,5 mega, agar supaya mesin berunya bisa beroperasi dengan maksimal.
Direktur PDAM PT. Tirta Sendawar Kubar, Efraim Andorion Sunan, saat di konfirmasi di kantornya, Selasa (14/8/2018) mengatakan, sejauh ini kami sudah bekoordinasi dengan pihak PLN dan juga pemerintah daerah, bahwa untuk memaksimalkan suplaian air bersih secara normal, kami masih banyak membutuhkan aliran listrik.
Untuk saat ini kami masih mengupayakan mesin yang lama, untuk menyuplai air bersih ke daerah Melak dan Barong Tongkok.
Dengan keadaan kondisi kemarau yang agak panjang, kami mohon maaf kepada warga Barong Tongkok yang saat ini sebagian masih dikenakan aliran air bersih bergiliran, karena pompa air atau Water Pump (WTP) yang ada di Barong Tongkok tidak mampu memompa karena aliran listriknya masih kurang.
“ Jadi kami masih menyuplai air bersih ke Barong Tongkok dari WTP induk yang ada di Kampung Royok ”.
Sedangkan mesin bantuan dari propinsi sudah siap semua, hanya menunggu tambahan aliran listrik saja.
Kami sudah bekoordinasi dengan Pemkab Kubar, baik dengan Bapak Bupati langsung maupun dengan bapak Sekdakab, kami mengusulkan tambahan jenset cadangan, apabila PLN mati, kami masih bisa tetap mengalirkan air bersih dengan menggunakan jenset, dan mesin yang baru bisa beroperasi dengan maksimal juga.
Jawapan dari bapak Sekda mengatakan, akan diusahakan dianggarkan di APBD – P kalo memang masih bisa, akan tetapi kalau tidak memungkinkan harap bersabar, karena akan dianggarkan ke APBD tahun 2019 mendatang,” kata pak Sekda.
“ Saya berharap pengertiannya bagi warga masyarakat Kubar, atas kekurangan kami ini “, kata Efraim.
Selama ini kami masih menggunakan aliran listrik dari PLN, apabila listrik mati, kami tidak bisa berbuat banyak.
Yang kami usulkan ke Pemkab ini jenset yang berdaya satu mega per unitnya, dan kami masih membutuhkan sekitar 4 unit jenset, untuk bisa mengalirkan air bersih ke masyarakat secara normal, apabila PLN mati,” ungkap Efraim. (arf).

 249 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *