Pemeliharaan Jalan Trans Kaltim Belum Maksimal

INDCYBER.COM, SENDAWAR – Pekerjaan pemeliharaan jalan Trans Kalimantan dari simpang kecamatan Damai menuju Simpang Raya, yang dilakukan oleh PT. Hamdan Sari belum begitu maksimal.

Terlihat masih banyaknya jalan yang berlubang di sepanjang jalan dan juga tikungan yang bisa menyebabkan terjadinya laka lantas.

Salah satu penanggung jawab dilapangan dari PT. Hamdan Sari, Marthen HTT saat di konfirmasi Selasa (11/12/2018) melalui telepon seluler mengatakan, bahwa perawatan jalan ini mulai dari simpang Kalimantan Tengah (Kalteng) sampai ke Mentiwan kecamatan Melak.

“ Ya untuk progresnya pekerjaan sampai saat sudah mencapai 90 persen,” kata Marthen.

Dikatakan Marthen, saat ini kita masih fokus di daerah kecamatan Muara Lawa, karena yang masih rusak parah di daerah tersebut, dalam waktu dekat nanti akan kembali lagi ke atas untuk memperbaiki lubang yang masih ada di kanan kiri jalan.

“ Kemarin agak lambat pekerjaan karena material semua dari Palu, sedangkan Palu baru terkena musibah bencana,” ujar Marthen.

Ia melanjutkan, yang sudah terealisasi didaerah atas yang rusak parah di kampung Jengan Danum sekarang sudah baik, untuk saat ini fokus di Muara Lawa dulu baru balik lagi mulai dari simpang Damai sampai ke Simpang raya, untuk menutup yang lubang dikiri kanan jalan, kami akan terus berupaya sebaik mungkin.

“ Karena kalau bolak balik mobilisasinya alat berat akan memperlambat pekerjaan, kami berharap kepada seluruh masyarakat Kubar untuk bersabar, kami akan berkerja dengan maksimal,” tutup Marthen.

Sementara itu salah satu masyarakat kampung Keay Jeteri yang juga Pejabat Sementara (PJS) di kampung tersebut mengungkapkan bahwa banyaknya jalanan yang masih berlubang dan berbahaya sekali terutama di tikungan yang bisa menyebabkan terjadinya laka lantas.

“ Ya saya heran kenapa kontraktor ini kok kerjanya setengah – setengah, kok di Jengan Danum aja tidak sampai ke Keay,” kata Jeteri.

Dikatakan Jeteri, padahal kalau diteruskan dari Jengan Danum ke Keay itu kan tidak terlalu jauh, sedangkan di ujung kampung Jengan Danum yang menuju kampung Keay itu yang masih rusak parah.

“ Atas nama masyarakat kampung Keay ini Kita berharap kepada kontraktor untuk cepat memperbaiki jalanan yang rusak ini untuk menekan terjadinya laka lantas,” ujar Jeteri.

Lanjutnya, karena kata dia merasakan sendiri melewati jalanan yang rusak terutama di tikungan, sementara mobil dan juga motor kalau sudah ditikungan mereka kebanyakan mencari jalan yang bagus, tidak mau tau itu jalan orang kah atau jalan dia, apalagi dia buru – buru, dari situlah seringnya terjadi kecelakaan itu, maka dari itu diharapkan pengertiannya kepada pihak kontraktor serta unsur terkait lainnya untuk diperhatikan.

“ Kami tidak berharap jalan itu mulus kayak di Samarinda atau Balik Papan,” ungkap Jeteri.
Lanjutnya, yang diminta masyarakat ini cukup di tutup yang berlobang ini aja, terutama yang ditikungan – tikungan, demi keselamatan para pengguna jalan.

Kalau dilihat katanya jalan di Kubar ini tipe nya C, tapi kenyatannya lebih dari tipe D jalanan ini sangat tipis sekali, sementara yang lewat banyak mobilisasi alat berat dan juga kelapa sawit yang muatannya melebihi kapasitas jalanan tersebut.

“ Diharapkan kepada pemerintah terkait kalau bisa tahun depan bisa dianggarkan untuk peningkatan jalan, atau di tambah 5 cm aja sudah cukup,” tutup Jeteri. (arf).

 407 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *