Pencegahan Dan Penanggulangan Covid-19,Ini Kata Anggota DPRD Kaltim Fitri Maisyaroh

INDCYBER.COM,SAMARINDA-Kluster Gowa kembali menyumbangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kaltim.  Sedikitnya, tiga dari 5 orang penambahan PDP di Kaltim hari ini berasal dari kluster ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atau Virus Corona Provinsi Kaltim, Andi M Ishak mengungkapkan, tambahan tiga orang PDP kluster Gowa terdapat di Kota Samarinda, sedangkan dua lainnya, ada di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

“Tiga orang PDP di Samarinda berasal dari kluster Gowa, atau merupakan pelaku perjalanan ke Kabupaten Gowa untuk mengikuti kegiatan keagamaan,” ujarnya saat menggelar konferensi pers online dengan awak media di Kaltim melalui aplikasi zoom, pada Kamis (9/4/2020).

Ketiganya kata Andi, saat ini sedang dilakukan perawatan intensif oleh tenaga medis, di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Syahranie (AWS) Samarinda. Selanjutnya, ketiganya juga akan menjalani tes sesuai protap penanganan covid-19.

Menanggapi hal tersebut anggota DPRD Kaltim Dapil Balikpapan asal Partai Keadilan Sejahtera, Fitri Maisyaroh menyampaikan beberapa himbauan kepada masyarakat Kaltim dan usulan ke Pemprov Kaltim.

Sedikitnya, ada beberapa poin imbauan penting yang disampaikan Fitri Maisyaroh kepada warga Kaltim, yakni mengingat wabah ini merupakan ujian yang berat dan harus dihadapi dengan sejumlah pencegahan agar tidak semakin menyebar.

“Imbauan tersebut yakni jaga kebersihan, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun atau jaga dan rajin berwudhu bagi umat muslim, menjaga daya tahan tubuh dengan cara makan makanan bergizi seimbang, olahraga di rumah, tidur cukup dan berkualitas akan memberi dampak baik bagi imun, serta menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin,”urai Fitri.

Yang sangat penting ia mekankan adalah tetap bertahan dirumah kecuali untuk urusan yang sangat penting.

Lebih lanjut dikatakan Fitri, sapaan akrabnya, masyarakat juga diimbau untuk beribadah dan sholat di rumah, belajar di rumah dan bekerja dari rumah.

“Jikapun terpaksa keluar rumah, cukup diwakili satu orang anggota keluarga saja, serta jika memungkinkan, gunakan masker dan lakukan social distance atau jaga jarak,” bebernya.

Selain itu, hindari menyentuh fasilitas umum, belanja makanan dengan cara take away. Jangan berlama-lama saat belanja kebutuhan pokok di pasar dan ganti pakaian bila perlu mandi segera sesampainya di rumah.

“Proteksi diri dengan hindari melakukan pertemuan apapun yang menghadirkan banyak orang. Karena ada waktu inkubasi empat belas hari bagi virus ini. Bisa saja kita merasa sehat, jalan kemana-mana, padahal berpotensi menyebarkan virus atau terpapar virus,” imbuhnya.

Terakhir ia menyarankan jika terasa ada gejala demam, batuk, pilek setelah perjalanan dari daerah yg telah terpapar wabah corona, segera hubungi hotline covid-19 Kaltim melalui kontak masing -masing kabupaten/kota.

“Kita warga Kaltim harus saling bahu membahu menghadapi ini dengan cara tetap disiplin bertahan di rumah masing-masing. Medis berjuang di garda terdepan. Semoga Allah membalas perjuangan dan pengorbanan mereka dengan surga,” ungkap Politikus PKS ini.

Dirinya juga bermunajat, semoga Allah melindungi semuanya dan menjauhkan Virus Corona ini dari kita semua.

“Sambil terus mensupport agar Pemerintah membuat kebijakan terbaik untuk pencegahan dab penanggulangan wabah corona ini,”pungkasnya.

Fitri Maisyaroh juga berpartisipasi didapilnya guna meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19, ia memberikan bantuan berupa sembako kepada kaum dhuafa,janda-janda tua, tukang sapu jalanan,ojol dan yang membutuhkan karena terganggunya kegiatan perekonomian akibat dari Karantina Wilayah dan agar stay at home.

Perlu diketahui jika DPRD Kaltim menggelar RPD dengan Gubernur pada Senin (6/4/2020)lalu terkait masalah Covid-19 ini di Kaltim melalui video virtual atau aplikasi zoom.

Adapun dalam RDP tersebut Fitri Maisyaroh menyampaikan,7 usulan kepada Pemprov Kaltim dalam hal ini langsung kepada Gubernur Kaltim diantaranya yaitu:

1. Agar diperbanyak tempat pengetesan Covid-19 ini sampai ke puskesmas2.

2. Perbanyak toolskit utk tes covid-19 seperti rapid tes, APD standart.

3. Mempersiapkan tenaga medis cadangan bila sewaktu-waktu jumlah pasien bertambah banyak. Misalnya dengan mengkaryakan mahasiswa kedokteran tingkat akhir.

4. Pengadaan Catridge PCR Covid-19 dan Alat GenXpertnya untuk semua RS Rujukan yang ada di Kaltim.

5. Pengadaan laboratorium mandiri di Kaltim utk pengetesan sample swab covid-19

6. Libatkan masyarakat sampai dengan tingkat RT untuk penanganan covid-19 ini dengan membentuk satgas sampai level RT (medis, keamanan, logistik & humas yang aktif memberi edukasi ke masyarakat yang masih sangat kurang).

7. Menyiapkan strategi penanggulangan dampak sosial ekonomi.

Penulis: Slamet Pujiono
Editor: Redaksi
Sumber: Indonesia Cyber.

 497 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *