Pesta Meriah acara Budaya Mecaq Undat di Desa Ritan Baru & Tukung Ritan

IndCyber, Kukar- Negara Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki beragam suku budaya serta adat istiadat yang berbeda-beda. Salah satunya suku Dayak, suku Dayak mempunyai ratusan sub suku serta memiliki beragam suku budaya dan bahasa yang berbeda-beda. Secara turun-temurun, adat istiadat suku dayak Kenyah selalu di lestarikan oleh genesai kegenerasi. Seperti yang dilaksanakan oleh kedua Desa yang berada di wilayah Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, yakni Desa Ritan Baru dan Desa Tukung Ritan. Kedua Desa tersebut merupakan salah satu sub suku Dayak Kenyah yang dinamai suku Dayak Kenyah Lepoq Tukung. Setiap akhir masa panen padi, suku Dayak Kenyah Lepoq Tukung selalu melaksanakan acara syukuran disebut dengan acara Mecaq Undat. Acara tersebut merupakan sebuah budaya peninggalan para leluhur sebagai ucapan terima kasih kepada sang Maha Kuasa atas rezeki yang didapatnya setiap tahun.

Kata Mecaq Undat di ambil dari bahasa Suku Dayak Kenyah Lepoq Tukung. Mecaq arinya tumbuk, kemudian Undat artinya tepung beras. Yan menariknya lagi, acara Mecaq Undat dilakukan oleh puluhan atau ratusan orang dengan memakai lesung kayu yang berukuran panjang hingga mencapai puluhan meter. Tidak seperti biasanya, lobang lesung rata-rata berbentuk bundar, namun lobang lesung yang tarbuat dari batang pohon tersebut berbentuk parit kurang lebih 20cm lebarnya, dan kedalaman kira-kira 25cm. Kemudian alat tumbuknya seperti antan atau alu biasa yang terbuat dari batang pohon dengan diameter sekitar 5cm dan panjangnya sekitar 2 meter, kemudian di beri hiasan berwarna-warni.

Tepung beras yang dihasilkan bukannya diolah menjadi bahan baku kue atau bahan olahan yang sering dijual di warung-warung, namun tepung beras tersebut dimasak tanpa memakai bahan seperti ragi, atau bahan kimia lainnya selain gula pasir. Tepung beras hasil olahan Warga Masyarakat dimasak memakai bambu suman layaknya memasak lemang namun dalam keadaan kering. Rasanya memang hambar, namun inilah adat istiadat suku Dayak Kenyah Lepoq Tukung yang selalu melestarikan adat budaya secaraturun temurun, seperti apa yang dijelaskan oleh Ketua Umum Suku Dayak Kenyah Kalimantan Timur Ajang Kedung “ Pertama-tama Mecaq Undat adalah mensyukuri hasil panen, seperti perkebunan, pertanian dan sebagainya. Ya Mecaq Undat ini pemersatu, Mecaq Undat ini adalah budaya yang melestarikan budaya leluhur, Mecaq undat ini menyatukan element masyarakat Adat, Suku, dan Agama sehingga kita bisa buktikan sama-sama pada hari ini, untuk generasi-generasi kedepan ini harus dilestarikan budaya seperti ini khususnya acara Mecaq Undat” Jelas Ajang Kedung.

Tak jauh beda denga apa yang disampaikan Edy Gunawan Areq Lung yang kerap sispah dengan sebutan Amai Lagun. menurut Amai Lagun “Mecaq Undat adalah suatu ucapan syukur buat Suku Kenyah yang ada di Desa Ritan Baru dan Tukung Ritan ini sebagaimana mereka sudah berhasil melaksanakan pekerjaan mereka,ladang mereka, sehingga semua bisa berhasil. Kerena keberhasilan itulah setiap tahun kita melaksanakan ungkapan syukur ini yang ditinggalkan oleh leluhur kita, supaya setiap saat kita melestarikan hal ini supaya dunia boleh melihat bahwa didalam perbedaat itu ada kebersamaan” pungkas Amai Lagun kepada media ini.

Rangkaian acara Mecaq Undat ini dekemas sedemikian rupa oleh panitia penyelenggara sesuai apa yang telah diamanatkan oleh para sesepuh dan para leluhur yang telah melestarikan budaya Mecaq Undat ini sejak kurang lebih ribuan tahun yang lalu, sehingga budaya Mecaq Undat tetap dipertahankan para generari penerus dengan dimeriakan berbagai macam bentuk tarian, perlombaan yang bernuansah Dayak pada umumnya. Misalya, Tari Datun Julut, Tari Perang, Tari Ajai, Tari kreasi, dan lain sebagainya. Tak kalah menariknya lagi, dengan lomba perhu. Lombah perahu merupakan suatu budaya khas suku Dayak dimana para penonton bagaikan menonton piala dunia saling memberi support kepada timnya sehingga teriakan sorak-sorai pun menghiasi pantai di Desa setempat hingga perlombaan usai.

Acara Mecaq Undat kali ini dihadiri berbagai instansi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, baik itu Plt Bupati Kutai Kartanegara, Kepala Dinas Parawisata,serta beberapa anggota DPRD Kutai Kartanegara. Seperti Nirmala Merang, salah satu politisi dari fraksi Pertai Golkar. Dalam puncak acara Mecaq Undat, Nirmala Merang menjelaskan “Saya tidak bisa menjelaskan lebih detail terkait acara ini, karena yang lebih tau dan lebih mengerti sejauh apa makna dan tujuan Mecaq Undat ini. Tapi harapan saya kedepannya agar budaya seperti ini jangan sampai dihilangkan atau ditiadakan dikarenakan adanya budaya-budaya luar. Kemudian saya sangat bangga kepada seluruh lapisan Masyarakat khususnya pemuda pemudi yang antusias dalam melaksanakan acara Mecaq Undat ini” Jelas Nirmala-red.

Senada dengan Ketua Panitia Pelaksana acara Mecaq Undat Markus Lahang” Untuk pesan saya kedepan, semua budaya kita, mari kita tingkatkan budaya acara Mecaq Undat ini mari kita pupuk budaya-budaya seprti ini, dan apapun kekurangannya dalam tahun mari kita tingkatkan lagi, itu pesan saya selaku ketua paniti, terus untuk para generasi kedepannya, kita akan memberi semangat kepada mereka agar budaya Mecaq Undat ini terus dilestarikan” jelas Markus Lahang. IndCyber-Merang*

 407 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *