PIHAK KEJATI MEMERINTAHKAN JAJARANNYA UNTUK MELEPAS PLANG PENGAWALAN TP4D YANG DIANGGAP ABAL ABALI

INDCYBER.COM, SAMARINDA -Gelombang penolakan pembangunan Masjid di Lapangan Kinibalu Jalan Arjuna masih terus berlanjut, Rabu pagi masa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Peduli Umat Islam yang tergabung dari warga dua Kelurahan yakni Kelurahan Jawa dan Bugis memulai berjalan dengan dikawal oleh Polisi beriringan mobil serta motor menuju Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.

Massa dengan kekuatan kurang lebih 200 orang begitu tiba langsung menggelar orasi di depan kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim Jalan Bung Tomo Samarinda Seberang, pada orasinya massa yang diwakili oleh Koordinator Demo Achmad Jayansyah ingin ketemu langsung dengan Kajati Ely Shahputra yang kebetulan pada hari yang sama ada kegiatan dengan Kejagung di Balikpapan.

“Kami ingin ketemu langsung dengan Kajati akan mengkonfirmasi apa betul pernyataan Gubernur saat setelah konsultasi dengan Kajati jika pihak Kejaksaan Tinggi telah memberikan ijin untuk meneruskan pembangunan Masjid di Lapangan Kinibalu tetap berlanjut, padahal pada pertemuan di Gedung DPRD Kaltim bersama Pangdam, Kapolda,Kajati yang waktu itu diwakili oleh Asisten Intelijen serta unsur terkait sepakat untuk menghentikan pembangunan masjid tersebut karena dinilai masih dalam sengketa, “ujar Jaya

Sementara itu Asisten Pembinaan Abdullah juga mengatakan jika Kajati tidak ada ditempat, demo sempat memanas namun pada akhirnya pendemo sepakat untuk mengutus perwakilannya masuk ke Aula Kejati.

“Terima Kasih kepada rekan rekan perwakilan demo terutama pada bang Jaya sebagai koordinator, disini bisa saya jelaskan jika selama ini kami tidak pernah memberikan pendampingan terhadap pembangunan Masjid di Lapangan Kinibalu dan pihak Kejati pun tidak pernah memasang plang di lokasi tersebut, itu berarti abal abal yang di pasang oleh pihak PUPR, jadi mohon anda lihat ini dokumen nya, “urai Abdullah

Abdullah juga sempat mengatakan apa urgensi nya hingga massa penolak pembangunan masjid sampai demo ke Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, tapi setelah diadakan pertemuan akhirnya ada titik terang.

“Baik saya mewakili Pak Kajati hari ini juga memerintahkan jajarannya dalam hal ini tim intelijen untuk melepas plang pengawalan TP4D terhadap pembangunan masjid itu karena itu abal abal.

Dilain sisi Asisten Intelijen Kejati Kaltim Drs Josia Koni, SH,.MH mengatakan jika pihaknya tidak pernah memasang plang yang dimaksud tersebut.

“Itu plang yang bertuliskan Pembangunan masjid ini mendapatkan pengawalan dari TP4D bukan pihak kami yang memasang tapi Dinas PUPR Kaltim, dan sudah saya suruh melepas itu plang tapi perintah kami tak dihiraukan oleh pihak Pemprov, ujar Asisten Intelijen Drs Josia Koni via pesan WhatsApp nya karena dihari yang sama mendampingi Kajati di Balikpapan.

Massa membubarkan diri pukul 11.30 wita dan kembali melanjutkan long march ke Balai Kota Samarinda. Dan menurut informasi massa akan kembali menggelar demo di Kejati sampai ketemu dengan Kajati,dalam kesempatan itu pula Abdullah juga akan mengagendakan agar massa pendemo dapat bertemu langsung dengan Kajati dalam waktu dekat untuk menepis anggapan jika Kajati ngacir. 

 126 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *