Pos Jaga Tetap Siaga, Bantuan Terus Berjalan

Indcyber.com, SANGATTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kutim menggelar Rapat Evaluasi ke-VII Rapat ini mengevaluasi upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dalam tiga bulan terakhir.

Rapat evaluasi digelar di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim di Jalan Soekarno-Hatta ini, dipimpin langsung Bupati Kutim selaku Ketua Gugus Tugas H Ismunandar. Dihadiri Sekretaris Kabupaten H Irawansyah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kutim, Syafruddin MAP yang juga Kepala BPBD Kutim melaporkan beberapa hal terkait perkembangan terkini terkait COVID-19 di Kutim. Mulai dari data monitoring pelaku perjalanan (PP), trend perkembangan COVID-19 hingga 24 Juni 2020. Sesuai penjaringan di tiga Pos, yaitu Pos Patung Purung, Pos Muara Bengkal dan Pos Kongbeng.

“Total masyarakat masuk di Kutim (dalam daerah), seperti Balikpapan sebanyak 1.429 orang, Berau 1.574, Bontang 2.637, Kutai Barat 22, Kutai Kartanegara 4.731, PPU 10.245, Samarinda 16.106 dan Balikpapan 1.125,” ungkapnya.  “Pengamatan kapal dan ABK asal luar negeri, jumlah ABK terdata 4.171 dan jumlah kapal terdata 195,” ucapnya.

Selanjutnya untuk rekapitulasi karantina asal Zona Merah ke Kabupaten Kutim, di MS Hotel 11 orang, Q-Hotel 17 orang, Penginapan 4.511 orang, Pinang Mas 22 orang, Mesfa Mulia 6 orang.

Selanjutnya, untuk peta sebaran COVID-19 di Kutim, ODP, PDP, dan terkonfirmasi per 24 Juni 2020. ODP sebanyak 575, dalam pemantauan 9 dan selesai pemantauan 566. PDP 72 orang, terkonformasi 45, hasil negatif 26 dan 1 menunggu hasil tes. Jumlah terkonfirmasi COVID-19 Kutim, sembuh 30 orang, Meninggal 1 orang dan konfirmasi 46 orang.

Berikut, rekap Rapid Test massal masyarakat, dari 34.499 orang yang dilakukan pemerikasaan Rapid Dianostik Test (RDT) di wilayah Kabupaten Kutim, diperoleh 233 orang dengan hasil reaktif. Artinya ada 1 persen yang reaktif dari total kesuluruhan yang telah dilakukan pemeriksaan RDT.

“Dari 233 orang yang reaktif dilakukan tindaklanjut pemeriksaan RT-PCR 157 orang dengan hasil 12 negatif dan 37 orang positif. Jadi ada 16 persen yang terkonfirmasi positif COVID-19 dari total keseluruhan hasil reaktif RDT. Artinya sebesar 16 persen hasil pemeriksaan RDT berbanding lurus dengan hasil pemerikasaan RT-PCR,” terangnya.

Lebih jauh, Sape melaporkan, rekap alokasi bantuan sosial. Untuk program APBN yakni, program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 10.060 Rumah Tangga. Bantuan Sosial Program Sembako sebanyak 14.380 Rumah Tangga, Bantuan Sosial Tunai Kemensos sebanyak 5.940 Rumah Tangga. Sedangkan melalui APBD Bantuan Sosial Sembako sebanyak 61.000 Kepala Keluarga (KK).

Untuk rekap jumlah penyaluran sembako di Kutim, sesuai data Dinsos per 27 Mei 2020, dari 37.352 data penerima, telah tersalur sebanyak 22.861 dan yang belum tersalur sebanyak 14.491. (AM

 122 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *