Pusban Sungai Lunuk, Nyaris Ambruk

 indcyber.com, Kukar – Kunjungan Plt Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah ke Sungai Lunuk Kecamatan Tabang yakni dalam rangka pembukaan  Musyawarah Basar “LAME PURUK AYOQ PUNAN KE-2” pada tanggal 16/10/17 lalu, banyak memberi keritikan. Misalnya Pembangunan Pusban yang dibangun pada Tahun 2015 dan Tahun 2016 lalu sampai saat ini belum bisa dipungsikan walau sudah dinyatakan finising. Pasalnya, Bangunan yang menelan Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) senilai  700 Juta Rupiah lebih ini dan yang dikerjakan oleh CV. PUTRA GANGGA kini sudah terlihat retak diagonal dibagian dinding serta bagian teras atas sehingga diperkirakan Bangunan Pusban tersebut tidak layak untuk di jadiakan tempat pelayanan kesehatan bagi Warga Masyarakat. Seperti yang di sampaikan Drs. Edy Damansyah setelah meningalkan acara Mubes “LAME PURUK AYOQ PUNAN KE-2”, Edi Damansyah-red menyempatkan diri meninjau langsung Bangunan yang tak jauh dari Gedung Serba Guna Desa Muara Tiq dimana Acara Mubes berlangsung “ Saya tegaskan disini jangan ditempati bangunan seperti ini, dan jangan ada pelayanan disini karena ini bisa membahayakan keselamatan bagi siapa saja dan beresiko tinggi, kalau bisa cari tempat yang layak disekitar sini agar warga Masyarakat maupun petugas pelayanan kesehatan yang ada  merasa aman ” jelas Edi Damansyah kepada petugas yang akan menempati Pusban tersebut.

Diduga Pusban tersebut suatu saat akan ambruk karena dilihat dari kondisi retaknya semakin lama semakin parah. Kemudian diduga kuat pengawasan pembangunan Pusban tersebut sangat minim hingga menimbulkan  kerugian bagi keuangan Daerah maupun Negara. Serta rekanan yang ditunjukan oleh Dinas terkait pun  diduga bekerja kurang propesional sehingga Speksifikasi bangunan tidak sesuai dengan Kwalitas mutu.

Belum lama ini petugas kesehatan yang ditunjukan pihak Puskesmas Tabang menjelaskan kepada media ini “ kami sempat kebingungan mencari tempat dimana kami akan berdiam dan melayani Masyarakat, Alhamdulillah kami mendapatkan tampat kosong di Desa Muara Belinau walau pun belum lengkap namun kami sangat senang serta berterima kasih kepada Kepala Desa Muara Belinau (Kule Tusou-red) yang senantiasa memberi kami tempat yang layak dan berteima kasih kepada Plt Bupati karena sudah mengingatkan kami, supaya kami tidak di perbolehkan melayani kesehatan Masyarakat dalam bangunan yang tidak layak” Pungkas kesehatan tersebut yang enggan disebut namanya dalam media ini.mrg

 298 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *