RIBUAN WARGA KUKAR KEPUNG KANTOR GUBERNUR TUNTUT 50 PERSEN PI BLOK MAHAKAM

INDCYBER.COM,SAMARINDA- Ribuan warga Kutai Kartanegara dari 18 kecamatan,mengepung kantor Gubernur Kalimantan Timur Kamis(27/12/2018) menggelar aksi unjuk rasa mereka menuntut bagi hasil pengelolaan (Participating Interest) 50 persen dari pengelolaan blok migas Mahakam di kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara.

Tuntutan itu disuarakan, sebagai tindak lanjut aksi demo 12 November 2018 lalu, di kantor DPRD Kukar dan Bupati Kukar. Pemkab dan DPRD, kompak tuntut bagi hasil pengelolaan migas atau participating interest 50 persen, dan Pemprov Kaltim meneruskan ke Kementerian ESDM.

Pemerintah Pusat, dalam hal ini melalui Permen ESDM No 37/2016 memutuskan PI 10 persen dari blok Migas buat Kaltim. Menindaklanjuti itu, Gubernur Kaltim saat itu, Awang Faroek Ishak, memutuskan dari 10 persen itu sebesar 66,5 persen bagi Pemprov Kaltim, dan sisanya 33,5 persen untuk Pemkab Kutai Kartanegara, melalui Pergub Kaltim.

“Kami, Kukar menuntut 50 persen,” kata Koordinator Koalisi Rakyat Kukar Bersatu (KRKB), Tauhid.

Tauhid menegaskan, tuntutan juga tidak lepas dari janji Gubernur Kaltim saat ini, Isran Noor, untuk memenuhi tuntutan 50 persen warga Kukar.

“Wilayah Blok Mahakam itu di Kukar. Memang saat itu keputusan Awang Faroek Ishak. Dan sekarang janji Pak Isran waktu kampanye itu dipenuhi harapan kita realisasikan janji itu,” ujar Tauhid disela demo di depan kantor Gubernur.

Demo kali ini aksi diikuti ribuan pendemo dari 18 kecamatan, yang terdiri dari 193 kades, 44 lurah, dan organisasi kepemudaan se-Kutai Kartanegara.

“Dana dari PI 50 persen utk rakyat kukar, untuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan APBD Kukar, yang sedang defisit luar biasa. Dana itu, akan menambah APBD Kukar,” tambah Rektor Universitas Kutai Kartanegara, Erwinsyah

Sementara itu Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi sempat memanas diatas panggung orasi karena ulah salah satu pendemo yang terus berteriak ketika Hadi Mulyadi menanggapi tuntutan pendemo.Hadi mengatakan, akan menyampaikan tuntutan tersebut ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, dia memastikan agar semua tuntutan disampaikan dan diproses prosedural.

“Kita akan temui menteri ESDM, merevisi produk yang ada. Itu prosedural. Kalau tidak, saya ditangkap polisi, dan kejaksaan,” kata Hadi direngah tengah ribuan pendemo.

Dia juga memastikan, akan bicara kepada Gubernur Kaltim Isran Noor untuk merevisi Pergub sebelumnya.

“Kita revisi, kita akan sampaikan kepada Gubernur, dan hitung ulang prosentase berapa yang benar. Tapi, kita akan pastikan uang itu untuk benar-benar buat Kukar. Saya akan audit internal secara rinci 100 persen kegunaannya. Kalau ada yang melanggar kita hukum,” tegasnya.

Hadi Mulyadi menemui massa sekitar kurang lebih 15 menit ,setelah mendapat tanggapan dari Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi ribuan massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Kukar Bersatu(KRKB)membubarkan diri kembali long march ke GOR Segiri Samarinda dimana menjadi titik kumpul awal ribuan warga Kutai Kartanegara.

Dalam demo tersebut dikawal oleh ratusan personil Polresta Samarinda,Brimob serta tampak hadir pula Kapolres Kutai Kartanegara.(Slamet Pujiono)

 165 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *