Rusdiansyah:Kami GRBPDOB Terus Menagih Janji Walikota Samarinda Dr.Andi Harun

Koordinator Gerakan Rakyat Bersatu Pejuang Daerah Otonomi Baru Kabupaten Samarinda Seberang atau Kabupaten Samarinda Baru, Rusdiansyah Rays,SE.(foto:ho).

Penulis:Slamet Pujiono

INDCYBER.COM,SAMARINDA-Jum’at,26 Februari 2021 pasangan Andi Harun-Rusmadi resmi dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Samarinda Samarinda lima tahun kedepan.

Dengan hadirnya pemimpin baru Samarinda tentunya sangat banyak harapan yang ditaruh dipundak kedua pemimpin Kota Samarinda tersebut,tidak terkecuali adalah pemekaran Kota Samarinda dengan dibentuknya Daerah Otonomi Baru yaitu Kabupaten Samarinda Seberang atau Kabupaten Samarinda Baru.

Koordinator Gerakan Rakyat Bersatu Pejuang Daerah Otonomi Baru Kabupaten Samarinda Seberang atau Kabupaten Samarinda Baru Rusdiansyah Rays,SE.Ia mewakili seluruh masyarakat di Kecamatan Samarinda Seberang, Kecamatan Palaran dan Kecamatan Loa Janan Ilir kembali menagih janji apa yang sudah di janjikan oleh pasangan Andi Harun Rusmadi.

“Kami bersyukur telah terpilih Pemimpin baru di kota Samarinda yaitu Dr Andi Harun dan Dr H Rusmadi,karena harapan tertinggi dari Seberang tepatnya di selatan Samarinda kini ada di pundak beliau sebagai pemangku kebijakan di kota Samarinda.Perlu diketahui bahwa Samarinda Seberang, Palaran dan Loa janan Ilir merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Samarinda itu sendiri bahkan merunut cerita sejarah bahwa Kota Samarinda lahirnya di Samarinda Seberang tepatnya di Kelurahan Mangkupalas dan Kelurahan Masjid,”ujar Rusdiansyah Rays kepada indcyber.com, Senin(1/3/2021) malam.

Rusdiansyah Rays menjabarkan jika sejak zaman terbentuknya kota Samarinda hingga saat ini Samarinda Seberang, Palaran dan Loa janan Ilir agak tertinggal pembangunannya dibandingkan dengan wilayah dikota Samarinda.

Hal inilah yang memicu kecemburuan sosial bahakan cenderung tidak puas mengingat banyak fasilitas hak dasar masyarakat Samarinda Seberang,Palaran dan Loa janan Ilir tidak maksimal.

“Contoh masih banyak wilayah wilayah ditiga Kecamatan tersebut minimnya sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas yang kedua insfrastruktur masih belum merata jalanan masih sering tergenang air karena jalanan tidak memadai dan tidak didukung sarana drainase.Kedua masalah kesehatan cukup miris ,karena minimnya rumah sakit jika mau berobat sehingga jika mau membeli obat harus menyeberang ke Samarinda Kota untuk itulah Gerakan Rakyat Bersatu Pejuang Daerah Otonomi Baru Kabupaten Samarinda Seberang atau Kabupaten Samarinda Baru sejak satu dasawarsa ini terus bergerak bergerilya terus menerobos gerakan Pemerintah, aksi aksi terus digelorakan,”bebernya.

Baik aksi dijalanan maupun aksi lobi lobi di DPRD Kota maupun DPRD Kaltim dalam ranah wilayah komisi I.Perjuangan tidak pernah berhenti disuarakan mengingat masyarakat Samarinda Seberang,Palaran dan Loa janan Ilir masih berjibaku dengan hal hal yang berhubungan dengan hak dasar yang belum maksimal diterima.

Ketimpangan pembangunan inilah yang terus disuarakan agar mendapat perhatian dari Pemerintah kota hingga pemerintah pusat.Akhirnya dalam satu dasawarsa ini mereka menggelorakan adanya keinginan untuk memekarkan diri untuk menjadi sebuah daerah otonomi baru dan telah mendapatkan respon dari seluruh komponen masyarakat,seluruh teman teman akademisi, tokoh tokoh sehingga hal ini memjadi sebuah diskusi opini sebuah guliran keinginan masyarakat yang harus mendapat perhatian.

“Kami sudah diskusi dengan tikoh lokal maupun nasional untuk keinginan mendapat perhatian,kami juga telah ketemu dengan bapak Andi Harun disebuah hotel beliau berjanji ketika telah terpilih dan duduk memjadi walikota beliau akan mengkondisikan serta menyerap aspirasi masyarakat tiga kecamatan akan memindahkan balai kota ke Seberang yang kebetulan di Wilyah Palaran ada aset pemerintah yang berupa tanah seluas ratusan hektar .Yang kedua akan membantu dan mendukung daerah pemekaran baru dalam hal untuk bisa sesegera mungkin menikmati pemerataan.Ini janji beliau kepada saya saat ketemu di hotel grand Sawit,”tuturnya.

Mengingat Walikota terpilih telah berjanji sejak sebelum kampanye untuk membantu lancarnya proses pemekaran tersebut maka wajar jika Koordinator Gerakan Rakyat Bersatu Pejuang Daerah Otonomi Baru Kabupaten Samarinda Seberang atau Kabupaten Samarinda Baru menagih janji.

“Inilah yang kami tagih sekarang janji beliau untuk segera melaksanakan apa yang sudah dijanjikan.Kami masyarakat Samarinda Seberang,Palaran dan Loa janan Ilir sangat berharap dan benar benar paham karena satu satunya cara untuk membangun samarinda seberang tidak ada cara lain yaitu dengaan pemekaran membentuk Kabupaten Samarinda Seberang.Banyak hal yang sudah menjadi daya dukung kami meskipun masalah saat ini adalah belum dicabutnya moratorium dari pusat dan kedua persyaratan wilayah yang belum maksimal,”ungkapnya.

GRBPDOB sudah berdiskusi dengan para akademisi dan mereka merujuk kepada beberapa kabupaten yang telah dimekarkan tanpa persyaratan yang memadai seperti kabupaten Tana Tidung,Mahakam Ulu dan beberapa kota diIndonsia.

“Jika dibandingkan dengan daerah lain Samarinda Seberang lebih mapan karena berderet berdirinya universitas, pelabuhan peti kemas,rumah sakit umum daerah kemudian banyaknya berdiri bank dan juga ada kawasan pemukiman sebagai daerah penyangga ibu kota negara.DOB kami lebih sangat spesial bahwa kami kelak akan menjadi daerah penyangga ibu kota negara, kami terus bergerak terus berjalan apapun kondisinya kami terus menyuarakan.Karena ini lah cara dan tidak ada jalan lain kecuali dibentuknya Daerah Otonomi Baru Kabupaten Samarinda Seberang atau Kabupaten Samarinda Baru,”pungkasnya.

 285 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *