Safuad :Pembenahan Infrastruktur Adalah Prioritas Perjuangan Saya

SAMARINDA, INDCYBER.COM – Berbicara tentang infrastruktur di wilayah Kalimantan Timur memang masih banyak yang belum diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri terutama infrastruktur jalan yang menghubungkan antar daerah dalam Provinsi seperti contoh dari Kabupaten Berau ke Kabupaten Kutai Timur yang masih banyak jalan yang hancur.

Lepas dari masalah infrastruktur, pendidikan,kesehatan, pertanian dan nelayan juga menjadi sebagian kecil permasalahan khususnya di wilayah Bontang, Kutim, Berau.

Menanggapi hal ini anggota DPRD Kaltim terpilih periode 2019-2024 Safuad, SE dari Partai Persatuan Demokrasi Indonesia Perjuangan Dapil Kutim, Bontang, Berau mengatakan bahwa ia tetap akan terus berjuang untuk mengawal aspirasi masyarakat dapilnya terutama infrastruktur karena dari hasil beberapa reses saat menjabat anggota DPRD Kaltim periode sebelumnya jika permasalahan infrastruktur yang menjadi keluhan masyarakatnya.

“Tentunya dengan saya duduk kembali sebagai anggota DPRD Kaltim ini akan terus berjuang untuk membenahi infrastruktur jalan karena selama ini kalau kita lihat Pemerintah kurang serius padahal ini merupakan akses utama untuk roda perekonomian masyarakat sekitar dan antar Kabupaten Kota, “ujar Safuad kepada indcyber.com di ruang kerjanya, Senin (9/9/2019).

Selain infrastruktur Safuad juga mengatakan permasalahan Pendidikan, kesehatan juga masih menjadi masalah namun tidak seberapa besar jika dibandingkan dengan infrastruktur.

Terkait penunjukan Kaltim sebagai Ibu Kota Negara Baru Safuad menyatakan sangat senang dengan ditunjuknya Kaltim sebagai Ibu Kota Negara Baru beberapa minggu yang lalu oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Dengan ditunjuknya Kaltim sebagai Ibu Kota Negara Baru tentunya saya sangat senang, bangga, haru karena Kaltim terpilih sebagai Ibu Kota Negara. Na ini akan membawa dampak yang sangat penting bagi kemajuan Provinsi Kaltim, “tutur politisi PDIP Dapil Kutim, Berau, Bontang ini.

Dampak yang Safuad maksudkan adalah dari segi perekonomian kemudian pasti terkait tenaga kerja lokal yang akan diprioritaskan.

“Perekonomian masyarakat jelas meningkat, tenaga kerja lokal sudah pasti jadi prioritas kemudian Kaltim kedepan jadi Ibu Kota Negara jangan sampai melunturkan nilai nilai kebudayaan serta kearifan lokal. Kebudayaan harus kita lestarikan karena Kaltim ini memiliki masyarakat yang heterogen dan siap menerima pendatang dari luar Kaltim, “pungkasnya

Tapi yang lebih utama aspirasi masyarakat dan infrastruktur harus terus kita perjuangkan demi terwujudnya masyarakat Kaltim Sejahtera dari segala bidang. (sp)

 389 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *