Selamat Berjuang Kembali Di Bumi Etam Pak Chaerul Amir

INDCYBER.COM,SAMARINDA -Chaerul Amir lahir di Makassar pada tanggal 22 Desember 1965, lelaki yang bersahaja ini sangat menikmati pekerjaan yang digelutinya saat ini, sehingga membawanya ke jenjang karir yang cemerlang. Sebelum lulus pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada Agustus 2016, dia menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan sejak Desember 2015. Sementara itu sampai pada Desember 2015 ia dipercayakan sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.

Semua amanah itu diterima dan dilaluinya dengan rasa syukur dan penuh tanggungjawab. Dia tidak bangga akan keberhasilan, pun tidak malu karena kegagalan, melainkan selalu bersyukurlah untuk keduanya.

Kemauannya kuat dengan semangat yang tidak mudah menyerah mengantarkan dia mengukir banyak prestasi membanggakan. Menjadi jaksa penerima Sidha Karya sebagai Asisten bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) terbaik II Nasional pada tahun 2012.

Dipercaya menangani kasus-kasus korupsi besar seperti kasus BLBI. Waktu menjadi Kajari Tanjung Selor(sekarang Kalimantan Utara, red)dia berhasil menangani kasus korupsi nomor tiga terbanyak di Kalimantan Timur saat Tanjung Selor masih menjadi bagaian dari Provinsi Kaltim.

Dan ketika menjabat sebagai Aspidsus, dia berhasil membawa Kejati Sulsel peringkat kedua se-Indonesia dalam hal penanganan kasus korupsi.

Chaerul Amir kini kembali ke Bumi Etam sebagai Kajati Kaltim notabene merupakan Pimpinan tertinggi Korsp Adhyaksa Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dalam istilah suku asli Kalimantan Timur jikalau sudah minum air Mahakam pasti akan kembali lagi ke Kaltim, setelah menempati jabatan terakhirnya sebagai Direktur Ekonomi dan Keuangan pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Kiranya cita-cita Chaerul kecil yang suka dengan jabatan yang mempunyai pangkat terus berlanjut dan tidak akan berhenti sampai di situ saja. Layar jabatan sudah dikembangkan, biduk tanggung jawab segera berlayar.

Selanjutnya dia akan mewarnai penegakan hukum di Indonesia Timur khususnya Kaltim,suatu tanggung jawab yang tidak ringan karena Kaltim punya sejuta masalah terkait penegakan hukum tapi masih tajam di bawah tumpul ke atas.

Kekuatan Prinsip

KUALLEANGI TALLANGA NA TOALIA

Demikian falsafah hidup masyarakat Bugis Makassar dalam menjalani kehidupannya sebagai makhluk sosial. Filosofi ini mengandung dua makna yang sangat tinggi yaitu pantang menyerah dan kerelaan berkorban. Selalu berusaha, berjuang, gigih, dan berani demi menggapai apa yang dicita-citakan meskipun harus memilih menyerahkan milik hidupnya yang paling berharga yaitu “nyawa”.

Selamat berjuang kembali di Bumi Etam Pak Chairul dan semoga penegakkan hukum di Kaltim semakin adil dan tegak sehingga semakin tajam ke atas khususnya kasus kasus korupsi yang kerap dilakukan oleh para penguasa tapi anak buahnya yang sering kali dikorbankan.

Dan selamat bertugas kepada Pak Ely Shahputra yang kini menduduki posisi sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI.

 

Samarinda, 16 Oktober 2019

Oleh :Slamet Pujiono (Kabiro Media Online Indonesia Cyber Samarinda).

 824 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *