Sutomo Jabir:Direct Call Yang Dilakukan PT KKT Menandakan Geliat Ekonomi Tetap Hidup Ditengah COVID-19

INDCYBER.COM, BALIKPAPAN-PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) membuka kembali pelayaran rute internasional atau direct call dengan ditandai bongkar muat di Terminal Peti Kemas Kariangau.

Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal Muhammad Basir mengungkapkan pihaknya didukung oleh SeaLand sebagai anak usaha dari Maersk Line Group. Dia mengaku tidak mudah untuk menggaet perusahaan pelayaran internasional tetapi pihaknya mampu membuktikan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi komoditas ekspor yang cukup baik.

Dalam pelayaran perdana yang dilakukan pada Senin (30/3)lalu, Sea Land melakukan bongkar 28 box dan muat 13 box kontainer untuk dibawa langsung ke luar negeri.

“Adapun komoditas yang diangkut antara lain hasil laut seperti rumput laut dan udang, CPO serta kayu olahan,” katanya ketika dihubungi, Selasa (31/3/2020).

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan pelayaran yang dilakukan oleh KKT melengkapi kegiatan direct call yang dilakukan Pelindo IV. KKT merupakan perusahaan konsorsium antara Pelindo IV dan Perusda Melati Bhakti Satya.

“Walaupun saat ini sedang ada bencana wabah virus corona di Indonesia dan beberapa negara lainnya, tapi Alhamdulillah Pelindo IV ketiban rejeki dengan direct call perdana kapal milik Sealand dari Balikpapan,” tutur Farid.

Basir memaparkan SeaLand menggunakan kapal MCC Kyoto berkapasitas angkut 1.500 TEUs dengan rute Filipina, Thailand, China, Malaysia, Makassar, Balikpapan, Filipina, China dan Thailand. Rute tersebut, kata Farid, merupakan rute yang baru dibuka. Ke depan juga akan dibuka rute ke India, tetapi masih dalam tahap penjajakan.

Sandarnya MCC Kyoto di dermaga KTT juga sudah melalui SOP pemeriksaan terkait wabah virus corona, terutama untuk kapal asing yang masuk. Tentunya bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan beberapa instansi pelabuhan setempat.

Dia menuturkan bahwa saat ini potensi ekspor khususnya dari Kalimantan Timur cukup besar. Tercatat ada delapan perusahaan yang setiap bulan berkontribusi lumayan besar terhadap aktivitas ekspor di wilayah tersebut, di antaranya PT Balikpapan Forest Industri, PT Herman Group, PT Sumalindo Lestari Jaya, PT Linda Hanta Wijaya, PT Cipta Krida Bahari, PT Korindo dan PT Tirta Mahakam serta eksportir lainnya di wilayah Kaltim.

“Total kontribusi dari delapan perusahaan yang aktif melakukan kegiatan ekspor impor di wilayah Kaltim tersebut mencapai 783 box kontainer per bulan dengan komoditas yang dikirim antara lain plywood dan rumput laut,” tuturnya.

Basir juga mengatakan, hampir semua kegiatan ekspor impor di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara melalui Terminal Petikemas (TPK) Kariangau sebagai hub port dengan empat perusahaan pelayaran yang dilayani yaitu PT SPIL, Meratus, TemasLine dan PT Tanto Intim Line.

“Ada beberapa keuntungan yang didapat pengusaha dengan melakukan direct call ke negara tujuan, dibandingkan harus melalui Jakarta atau Surabaya. Yakni ada efisiensi biaya sebesar kurang lebih 50%, terjadi efisiensi waktu antara 9 – 15 hari, barang tidak rusak karena tidak lagi ada double handling, serta dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena Surat Keterangan Asal (SKA) barang diterbitkan oleh daerah asal,” jelasnya.

Sementara itu anggota Komisi II DPRD Kaltim Ir Sutomo Jabir mengatakan jika ia telah melakukan komunikasi via WhatsApp dengan Direktur Utama PT KKT terkait direct call dan menyambut baik langkah yang dilakukan oleh PT KKT.

“Saya telah melakukan komunikasi via WA dengan Dirut KKT memastikan pelabuhan KKT tetap berjalan seperti biasa. Untuk melayani kebutuhan dan eksport tetap bisa dilaksanakan. Alhamdulillah hari ini direct call perdana ke luar negeri,” ungkap Sutomo Jabir saat dikonfirmasi indcyber.com via whatsApp, Selasa (31/3/2020)

Direct call perdana yang dilakukan melalui pelabuhan KKT menggandeng salah satu perusahaan kontiner terbesar di dunia yakni Maerks line.

“Ini adalah kabar baik. Artinya geliat ekonomi tetap bisa hidup ditengah merebaknya wabah Covid-19,”imbuhnya.

Sutomo Jabir juga mengungkapkan dengan dilakukanya direct call melalui pelabuhan KKT, maka akan berdampak pada peningkatan pendapatan bagi daerah.

“Keuntungan dari direct call ini kan banyak, yakni Provinsi Kaltim mendapatkan pajak ekspor dan impor. Biaya pengiriman barang akan lebih murah, yang tadinya harus melalui pelabuhan Makassar dan Surabaya, sekarang tidak lagi. Kemudian waktu pengiriman barang ke negeri tujuan bisa dipangkas yang tadinya 35 hari bisa 11 hari aja,”pungkas politisi PKB Dapil VI Bontang Kutim Berau ini.

Perlu diketahui jika tujuan perdana ekspor tersebut adalah ke Negara Korea dan Jepang.(Tim Redaksi Indonesia Cyber)

 458 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *