Upaya Pemutusan Rantai, Pedagang dan Pengelola PIS di Rapid Test

Indcyber.com, SANGATTA – Upaya pemutusan rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya adalah dengan melaksanakan rapid test massal. Untuk memudahkan penanganan sekaligus pencegahan.

Menindak lanjuti instruksi Bupati Kutim H Ismunandar, rapid test tak hanya diperuntukkan bagi warga ODP, PDP atau tenaga medis saja, tapi juga menyasar masyarakat. Khususnya para pedagang pasar yang banyak melakukan kontak dengan banyak pengunjung.

Kali ini Dinas Kesehatan Kutim berkerjasama dengan UPT Pasar Induk Sangatta (PIS) berkolaborasi menyukseskan tes cepat COVID-19. Di tahap pertama kegiatan, sebanyak 200 rapid test disiapkan khusus untuk para pengelola dan para pedagang PIS.

Usai rapat evaluasi penanganan COVID-19 Kabupaten Kutim, di Posko Utama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Kantor BPBD, di Jalan Soekarno-Hatta, Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani Hasanal mengatakan bahwa rapid test yang disiapkan nantinya mencapai 600 pcs.

“Disediakan 600 rapid test, tapi dilaksanakan secara bertahap. Setelah ini juga akan dilaksanakan di Pasar Sangatta Selatan, Teluk Lingga dan Twon hall (Sangatta Utara) pada hari Selasa nanti,” ungkap Bahrani.

Bahrani berharap, hasil dari rapid test ini, tak banyak warga yang reaktif. Sebab jika reaktif maka harus ditindaklanjuti dengan uji swab lagi. Kemudian langkah pelaksanaan rapid test ini juga menjadi tahap awal persiapan sebelum “New Normal” di implementasikan di Kutim. Tak hanya pedagang pasar, tapi para tokoh agama seperti Imam Masjid, Pendeta dan pemuka agama lainnya juga akan di rapid test terlebih dahulu.

Rapid test yang digunakan merupakan sebagian dari bantuan dari PT KPC yang diserahkan kepada Pemkab Kutim pekan lalu, sebanyak 2.000 pcs. RSUD Kudungga Sangatta kebagian 1.000 pcs. Dinas Kesehatan Kutim mendapat 1.000 pcs dan Kamis (28/5/2020) ini telah digunakan. Selain bantuan dari KPC, kata Bahrani, Dinkes Kutim juga mendapat bantuan dari Provinsi Kaltim sebanyak 2.000 pcs.

“Jadi ada 4.000 rapid test. Bantuan rapid test ini juga didistribusikan ke 21 Puskemas di 18 Kecamatan. Agar tenaga medis juga bisa melakukan rapid test. Sebab banyak berkontak dengan pasien,” sebut Bahrani. (AM)

 27 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *