Veridiana:PT Kaltim Bina Konstruksi Punya Peluang Besar Untuk”Merdeka”

INDCYBER.COM, SAMARINDA-Anak perusahaan Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) yaitu PT. Kaltim Bina Konstruksi (PT. KBK) dinilai Komisi II DPRD Kaltim mempunyai prospek cukup bagus dalam upaya mengembangkan perusahaan jasa konstrukAnak perusahaan Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) yaitu PT. Kaltim Bina Konstruksi (PT. KBK) dinilai Komisi II DPRD Kaltim mempunyai prospek cukup bagus dalam upaya mengembangkan perusahaan jasa konstruksi di Kaltim.

Hal tersebut diungkapkan, Ketua Komisi II Veridiana Huraq Wang usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirut PT. KBK, Rabu (5/2/2020).

“Setelah kita menggali informasi terkait keaktifan PT. KBK ternyata prospeknya cukup bagus, apalagi Kaltim telah ditetapkan sebagai IKN tentunya pemerintah daerah harus mempunyai badan usaha sendiri di bidang konstruksi untuk menyambut pembangunan di Kaltim,” ujar Veridiana.

Berdasarkan hal tersebut, Komisi II DPRD Kaltim akan mendorong PT. KBK menjadi Perseroda yang akan berdiri langsung di bawah Pemprov Kaltim.

“PT. KBK nantinya tidak lagi berdiri di bawah Perusda MBS, sehingga perusahaan tersebut mempunyai otoritas untuk melakukan usaha bisnis sendiri, dan PAD nya nanti langsung diserahkan kepada pemerintah,”imbuhnya.

Dijelaskan Veridiana, alasan Komisi II untuk mendorong berubahnya PT. KBK menjadi Perseroda adalah untuk dapat mengakomodir para investor yang masuk ke Kaltim.

“Sejak awal tujuan dibentuknya PT. KBK adalah untuk mengakomodir para investor yang ingin menanamkan modal usaha di bidang konstruksi, Kaltim sebagai IKN sedang dalam masa pembangunan 10 hingga 20 tahun kedepan” terangnya.

“Dengan menampung investor-investor ini, kami yakin perusahaan ini bisa memberikan kontribusi, karena investor pasti memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah,” harapnya.

Senada dengan Ketua Komisi II DPRD Kaltim Veridiana, anggota Komisi II Sutomo Jabir juga meminta ketegasan kepada Direktur Utama PT Kaltim Bina Konstruksi apakah masih bisa dibenahi atau tidak.

“Saya selaku anggota Komisi II DPRD Kaltim tadi minta ketegasan kepada Dirut PT Kaltim Bina Konstruksi Husinsyah apakah masih bisa dibenahi, katanya tadi bisa.Na kalau bisa tentunya harus merubah paradigma sebagai PT yang menaungi para Jasa Konstruksi di Kaltim ini.Dan harus”merdeka”dalam arti harus berdiri sendiri bukan anak dari MBS lagi sehingga diharapkan akan maksimal dalam menyumbang PAD,”beber Sutomo Jabir.

Selain itu Sutomo Jabir yang juga politisi PKB Dapil Bontang,Kutim, Berau ini sangat berharap jika nanti PT Kaltim Bina Konstruksi berdiri sendiri bisa lebih maksimal dalam pengerjaan segala konstruksi di Bumi Etam ini tanpa bergantung dengan MBS, karena jika masih di bawah MBS maka PT Kaltim Bina Konstruksi tidak bisa berbuat banyak.

Menanggapi sikap Komisi II DPRD Kaltim, Direktur Utama PT. KBK Husinsyah, mengaku siap jika PT. KBK diminta berdiri sendiri sebagai Perseroda.

“Tentunya kita harus mempersiapkan SDM profesional, seperti tenaga ahli untuk memajukan perusahaan ini nantinya,”ujar mantan Kepala PUPR Kaltim.

Disinggung soal penyertaan modal Perusda MBS kepada PT. KBK, ia menuturkan sejak berdiri tahun 2012, Perusda MBS belum pernah memberi penyertaan modal yang diperkirakan berjumlah sekitar Rp. 250 juta.

“Untuk modal belum ada, seharusnya Perusda MBS menyetor uang untuk penyertaan modal itu sekitar RP. 250 juta, mungkin dikarenakan keuangan MBS masih seret sampai sekarang,”pungkas Husinsyah.

Rapat kerja Komisi II DPRD Kaltim dengan PT Kaltim Bina Konstruksi juga dihadiri oleh Sekretaris Komisi II Bagus Susetyo, Sutomo Jabir,Sapto Setyopramono, Nindya Listyono dan Safuad sedangkan Wakil Ketua Komisi II Baharudin Demmu juga Akhmed Reza Fachlevi absen karena sedang dinas luar.Begitupun dengan Siti Rizky Amalia serta Ali Hamdi ataupun Ismail yang sudah dua rapat kerja absen(adv/sp).

 233 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *