Wabup Secara Resmi Buka Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan di SMA Negeri 1 Melak, Sendawar.

Wabup H. Edyanto Arkan Membuka Lansung Sosialisasi Sekolah Siaga Keendudukan


Indcyber.com, SENDAWAR – Tahapan kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), di hari kedua BKKBN Provinsi menyelenggarakan sosialisasi Siaga Kependudukan kepada para guru di SMA Negeri 1 Melak, Sendawar, Kutai Barat (Kubar)  dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Kubar H. Edyanto Arkan pada Rabu (16/7/2019) bertempat di aula SMAN 1 Melak, Sendawar, Kubar.

Dalam sambutannya Wabup H. Edyanto Arkan SE menyampaikan bahwa sekolah siaga kependudukan ini adalah yang pertama dilaksanakan di Kubar ini, dan bisa dibilang masih baru di Kalimantan Timur.

Dikatakan Edyanto Arkan bahwa, sekolah siaga kependudukan merupakan pelajaran tambahan bagi siswa – siswi guna memberikan pembekalan setelah lulus sekolah nanti, maka dari itu BKKBN akan mensosialisasikan kepada para guru agar disampaikan nantinya ke anak didiknya sebagai pelajaran tambahan.

Karena kependudukan ini merupakan masalah yang cukup komplek, sehingga tidak bisa diselesaikan setelah berkeluarga saja, melainkan  disekolah SMA harus diberikan pembekalan pendidikan berkeluarga kepada siswa dan siswi sebelum lulus sekolahnya.

“ Agar anak didik kita tau tentang kependudukan seperti kelahiran atau pertambahan penduduk,” kata Edyanto Arkan.

Edyanto Arkan menuturkan, bahwa keluarga berencana harus digalakkan, yang mana selain merencanakan jumlah, juga merencanakan kuwalitas, sehingga bertambahnya penduduk seiring dengan kuwalitas pendidikan.

Dengan harapan agar para guru tidak merasa terbebani dengan tambahan pendidikan ini, dan juga di tuntut keikhlasan dari pada para guru tersebut, sehingga anak didik mempunyai pengetahuan selain dari mata pelajaran yang ada saat ini.

Sementara itu perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Drs. Sudibyo yang juga kepala bidang Kesehatan dan Reproduksi Penduduk menyampaikan bahwa masalah kependudukan bukan masalah yang ringan dan bisa dibilang masalah yang pelik.

Foto Bersama di Aula SMAN 1 Melak, Sendawar

Dikatakan Sudibyo, menyonsong gemografi tahun 2020 dan berakhir tahun 2035, generasi muda harus disiapkan sematang – matangnya, terutama kuwalitas daripada generasi muda itu sendiri, sehingga bonus gemografi yang dirasakan dimana usia produktif yang ingin memasuki dunia kerja cukup banyak.

“ Modal dari pada bonus produktif disini harus betul – betul kita tingkatkan,” kata Sudibyo.

Ia memebeberkan, jangan sampai nanti bonus gemografi 2020 dan berakhir di 2035 nanti menjadi bencana, bagaimanapun kalau tidak berkuwalitas mereka tidak mampu mengisi lapangan kerja yang ada.

Seperti contoh kabupaten Kutai Barat ini, sesuai informasi dari kepala dinas tenaga kerja bahwa pengangguran itu sekarang sekitar 2.222 orang, tercatat yang sudah mengambil kartu kuning di Disnaker, dan disini rata rata pendidikannya rendah dan juga keterampilannya rendah.

Mereka tidak mampu bersaing mengisi posisi – posisi yang mestinya diisi oleh putra – putri Kutai Barat ini.

“ Jadi tujuan kita ingin memberikan pembekalan kepada bapak ibu guru disekolah ini, sehingga bisa disampaikan kepada para muridnya,” ujar Sudibyo.

Dengan harapan, mereka generasi muda harus  mempunyai cita-cita pendidikan setinggi mungkin, sehingga mereka masuk pada usia umur 21 tahun bagi perempuan dan umur 25 bagi laki-laki segera menikah dan segera punya anak. Jangan sampai ada pernikahan diusia dini. (arf).

 1,082 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *