Bupati Kutim Jadi Narasumber di Webinar Garapan UGM

Indcyber.com, SANGATTA – Dimasa pandemi COVID-19 yang mengharuskan penerapan protokol kesehatan bukan berarti membelenggu, menghimpit produktifitas atau tak bisa memberi manfaat. Buktinya, memasuki era New Normal Life atau tatanan normal baru kehidupan, Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ismunandar tampil menjadi narasumber seminar tingkat nasional garapan Universitas Gadjah Mada (UGM ). Melalui Webinar (web seminar), Ismu tampil diacara bertema “Implementasi Smart City, Vilage dan Region pada Masa Pandemi COVID-19 dan dalam Menghadapi New Normal”. Bersama Bupati Kendal Mirna Annisa, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dan Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad.

Dalam Webinar yang diikuti lebih dari 2.000 peserta se Indonesia ini, Ismunandar menyampaikan paparan tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman COVID-19. Detail materi disampaikan oleh Ismu melalui aplikasi Zoom di Ruang Konferensi Video, Kantor Dinas Kominfo-Perstik, Senin (29/6/2020) pagi. Turut disaksikan beberapa pejabat Kutim seperti Asisten Ekobang Suroto, Kepala Diskominfo Perstik Suprihanto, Kabag Pro Kompi Imam S Lutfi dan perwakilan Bappeda Kutim. Penjelasan tentang letak geografis Kabupaten menjadi pembuka paparan Ismu. Dilanjutkan dengan data jumlah pasien yang terpapar COVID-19 di Kutim.

Menurut Ismu, penanganan dan pencegahan COVID-19 oleh Pemkab di Kutim dilaksanakan secara terstruktur dan masif. Dimulai pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19, membangun website pemantauan COVID-19, corona.kutaitimurkab.go.id serta beberapa hal lain.

“Untuk pencegahan dan penanganan COVID-19, Pemkab Kutim mengalokasikan dana Rp 69,3 miliar dan juga sebagai penyelamatan ekonomi masyarakat,” ujar lelaki yang merupakan lulusan Spesialis-1 International Instituite Belanda Foraespace End Scinces The Nederland (Jurusan Geographic Landscape) tahun 1988.

Ismu membeberkan, berbagi aplikasi juga disediakan pemerintah bekerjasama dengan pihak terkait, agar masyarakatnya terbiasa daring di dunia maya. Sebagai wujud pemanfaatan TIK demi mendorong ekonomi lokal. Diantaranya aplikasi myaspal yang berbasis android. Kini telah diunduh 1.000 pengguna. Sedangkan untuk jasa pengiriman, agar warga Kutim tak perlu keluar rumah, menggunakan aplikasi ojek daring. Yakni aplikasi SKUR kurir Sangata, Evojek, Angkasa, Gondes Sangatta, Kumanja dan Goetam.

“Allhamdulillah dengan bantuan aplikasi ini, Kutai Timur sudah mulai zona kuning. Menyadarkan masyarakat untuk tetap di rumah dan terbiasa menggunakan daring,” kata Ismu yang juga alumni UGM.

Ismu menambahkan beberapa aplikasi untuk pelayanan masyarakat lainnya adalah Dukcapil online dari Disdukcapil, pembayaran pajak secara online dari Bapenda dan terakhir penyediaan ruang meeting online di Diskominfo-Perstik, untuk memudahkan berkoordinasi melalui virtual.

Inisiasi gerakan pemanfaatan lahan dan pekarangan yang dicetukan Ismu untuk mencegah kelangkaan bahan pangan di masa pandemi juga turut dipaparkan. Tentunya dengan menanam berbagai tanaman pangan dan dilakukan di 18 kecamatan se Kutim.

“Untuk menyambut new normal life, Pemkab Kutim sudah mempersiapkan. Salah satunya kami sudah menyiapkan recovery untuk para pelaku UMKM yang paling merasakan dampak pandemi (COVID-19) ini. Agar meningkatkan perputaran perekonomian kembali,”ungkap pria kelahiran Samarinda, 7 Agustus 1960. (AM)

 150 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *