Categories: BERANDASamarinda

Aksi Massa PMII di Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Pagar Rusak Hingga Bakar Ban Warnai Tuntutan Keadilan

SAMARINDA, indcyber.com – Gelombang aspirasi mahasiswa kembali membanjiri pusat pemerintahan Kalimantan Timur. Puluhan aktivis yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Samarinda menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, pada Kamis sore (09/04/2026).

Aksi yang mengusung “Mosi Tidak Percaya” terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim ini berlangsung dinamis dengan eskalasi massa yang sempat memanas.

### **Raport Merah dan 10 Tuntutan Fundamental**

Dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Zumardin, sekitar 50 massa aksi menyuarakan kegelisahan atas ketimpangan yang terjadi di Bumi Etam. Meski Kaltim menyandang status sebagai daerah kaya sumber daya alam dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), PMII menilai manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh rakyat di pelosok.

Terdapat **10 poin tuntutan utama** yang diajukan kepada Gubernur Kaltim, di antaranya:

 1. **Pemerataan Pendidikan:** Mendesak perbaikan sarana sekolah yang rusak, seperti SMAN 14 Samarinda, SMAN 10 Samarinda, dan sejumlah sekolah di Kutai Timur serta Berau.

 2. **Keadilan Infrastruktur & Kesehatan:** Percepatan perbaikan jalan provinsi yang rusak parah serta peningkatan fasilitas kesehatan di daerah terpencil agar tidak ada lagi nyawa warga yang tak tertolong.

 3. **Kesejahteraan Pendidik:** Menuntut upah layak bagi guru honorer sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2003.

 4. **Kedaulatan Energi & Lingkungan:** Pengawasan ketat distribusi BBM subsidi, penolakan ekspansi korporasi di Mahakam Ulu, serta tindakan tegas terhadap pelaku *illegal logging* dan perusahaan yang mangkir dari kewajiban reklamasi pascatambang.

Kronologi: Dari Orasi Hingga Kericuhan Kecil**

Aksi dimulai pukul 14.18 WITA dengan orasi ilmiah yang menyoroti kontradiksi antara besarnya kontribusi energi nasional dari Kaltim dengan kondisi ekonomi masyarakat lokal yang masih serba kekurangan.

Ketegangan mulai meningkat saat massa aksi mencoba merangsek masuk ke dalam halaman Kantor Gubernur dengan cara melompati pagar. Tak hanya itu, aksi pembakaran ban bekas di depan gerbang utama dilakukan sebanyak dua kali sebagai simbol “matinya” keadilan di mata mahasiswa.

Sekitar pukul 16.20 WITA, sempat terjadi kontak fisik antara massa aksi dengan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltim saat mahasiswa berupaya menembus barikade keamanan. Akibatnya, pagar di area pintu keluar kantor gubernur dilaporkan mengalami kerusakan.

### **Aspirasi di Tengah Kemegahan IKN**

Dalam narasinya, PC PMII Samarinda menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jangan hanya terpusat pada kemegahan IKN, sementara jalan-jalan provinsi di Mahulu, Kutim, dan Kukar masih berlumpur dan gelap.

> “Bagaimana mungkin kita bicara transformasi digital jika desa-desa seperti Senoni dan Long Apari masih hidup dalam kegelapan tanpa listrik dan sinyal? Pendidikan dan kesehatan adalah hak dasar rakyat, bukan fasilitas tambahan,” tegas orator dalam aksinya.

>

### **Pernyataan Sikap dan Pembubaran**

Menjelang petang, massa aksi membacakan pernyataan sikap resmi yang menyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap kepemimpinan daerah saat ini. Mereka menilai kebijakan anggaran, termasuk pengadaan kendaraan dinas mewah senilai 8,5 Miliar IDR, sangat mencederai rasa keadilan di tengah banyaknya sekolah dan fasilitas umum yang rusak.

Massa akhirnya membubarkan diri secara teratur pada pukul 17.35 WITA dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau audiensi langsung dari pihak Gubernur Kaltim menanggapi tuntutan tersebut.

Pengamat kebijakan daerah menyarankan agar Pemprov segera membuka ruang dialog melalui perangkat daerah terkait (Kesbangpol/PUPR/Disdik) guna meredam akumulasi kekecewaan mahasiswa yang kian meningkat.( SS )

indcyber

Recent Posts

Mantapkan Program ‘Jaga Desa’, ABPEDNAS Kaltim Gelar Rapat Evaluasi dan Siap Koordinasi dengan Bupati

SAMARINDA, indcyber.com– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kalimantan Timur bergerak…

25 minutes ago

Rapat III DPD ABPEDNAS Kaltim Tegaskan Restrukturisasi Organisasi, Fokus Perkuat Konsolidasi dan Kinerja Pengurus

Samarinda, indcyber.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kalimantan Timur…

14 hours ago

Fakultas Kedokteran UMKT Gelar Silaturahmi dan Serap Aspirasi Bersama Ketua RT se-Kelurahan Sidodadi

Samarinda, indcyber.com – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menggelar rapat diskusi dan edukasi yang…

21 hours ago

Proyek Rp1,2 Miliar Diduga “Dikondisikan”, Dalih Penipuan Dinilai Tak Bisa Hapus Unsur Tipikor

MENGAPA PEMBERI SUAP MELENGGANG BEBAS ?   SAMARINDA, indcyber.com — Publik Kalimantan Timur kembali disuguhkan…

3 days ago

Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Bontang Baru Hangus Terbakar

BONTANG, indcyber.com – Sebuah rumah tinggal yang berlokasi di Jalan P. Suryanata, Gang Pemula, No.…

6 days ago

Diduga Babat 11 Hektare Mangrove Tanpa PBG, PT Lima Dua Prosperindo Didemo IMPERIUM di DPMPTSP Kaltim

SAMARINDA, indcyber.com – Aliansi yang mengatasnamakan Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Hukum (IMPERIUM) menggelar aksi…

6 days ago