Aparat Hukum Diduga Tutup Mata? Ketua LAI BPAN KGS Kaltim Soroti Mandeknya Respons Terhadap Isu Panas Dinas PUPR Kukar

Samarinda, indcyber.com — Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara Komando Garuda Sakti (LAI BPAN KGS) Kalimantan Timur, Suryadi Nata, angkat bicara tajam terkait maraknya isu yang menyeret Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Isu tersebut belakangan ini semakin menggema di media sosial, menjadi buah bibir publik, dan bahkan menimbulkan spekulasi di kalangan pengusaha daerah.

“Saya amati selama beberapa bulan ini, isu yang menerpa Dinas PUPR Kukar sangat ‘center’ dan terus bergulir. Tapi yang aneh, tidak ada satu pun aparat hukum yang turun tangan. Mestinya informasi dari media sosial bisa dijadikan langkah awal aparat dalam mendalami dan menelusuri kebenaran berita itu,” ujar Suryadi Nata tegas.

Menurutnya, diamnya aparat penegak hukum seperti menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Padahal, dalam era keterbukaan informasi publik, setiap indikasi penyimpangan di lembaga pemerintah semestinya segera direspons oleh pihak berwenang.

“Semestinya ada tindakan awal dari aparat hukum dan instansi terkait. Jangan diam saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Media sudah banyak menyorot, bahkan ada komentar dari pihak-pihak internal dan eksternal instansi terkait,” tambahnya.

Suryadi menilai, fakta bahwa banyak akun media sosial — termasuk beberapa pelaku usaha yang pernah bekerja sama dengan Dinas PUPR Kukar — berani berkomentar menggunakan nama samaran membenarkan dugaan adanya sesuatu yang tidak beres di tubuh dinas tersebut.

“Ayo dong, komentar-komentar netizen itu bisa dijadikan dasar penyelidikan awal. Jelas ada nama akunnya. Kalau memang tidak ada apa-apa, kenapa isu ini malah semakin ramai? Apa dinas ini kebal hukum? Atau ada ‘bekingan’ di balik diamnya aparat? Takut jatah proyek hilang?” sindir Suryadi tajam.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk menjadi saksi langsung jika aparat penegak hukum benar-benar serius mengusut isu ini.

“Saya siap menjadi saksi. Kalau memang dibutuhkan, saya akan buka semua nama-nama itu,” pungkasnya.

Pernyataan keras dari Suryadi Nata ini menegaskan adanya krisis kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum, yang dinilai lamban bahkan terkesan abai terhadap berbagai isu dugaan penyimpangan yang mencuat ke permukaan.

Publik kini menunggu: Apakah aparat hukum akan terus diam, atau akhirnya turun menindaklanjuti sinyal kuat dugaan penyimpangan di Dinas PUPR Kukar?.(RAI)

indcyber

Recent Posts

Kanwil Kemenkumham Kaltim Tegaskan PT Kalimanis Plywood Industries Tidak Terdaftar di Database AHU Online

​SAMARINDA. Indcyber.com— Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Timur secara…

2 weeks ago

Keadilan untuk Musliadi! Menakar Celah Hukum Putusan NO PN Samarinda dan Ujian Nurani Majelis Hakim Pengadilan Tinggi

SAMARINDA , indcyber.com— Ironi penegakan hukum di ruang peradilan kembali menguji rasa keadilan publik. Musliadi,…

2 weeks ago

DPR KETOK PALU, SUYUDI ARIO SETO RESMI GANTIKAN LISTYO SIGIT

JAKARTA, indcyber.com  — DPR RI resmi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan…

2 weeks ago

KAWAT 2 SENTIMETER DI JANTUNG, 14 KALI MEDIASI, Rp5 MILIAR TAK TERWUJUD

Skandal RSUD AWS Membuka Pertanyaan Lebih Besar: Ketika Pelayanan Publik Terjebak Budaya Kekuasaan dan “Bisnis…

2 weeks ago

Operasi Jalur Hitam Batu Bara Samarinda, Izin TUKS PT Bara Kumala Kedaluwarsa, Aktivitas Bongkar Muat Berpotensi Ilegal!

SAMARINDA. Indcyber.com — Praktik pengangkutan dan bongkar muat batu bara di kawasan Pelabuhan Samarinda berada…

2 weeks ago

Skenario “Penyelamat” di Balik Pencairan Rp700 Juta TPAK: Pengakuan Hudali Mukti Singkap Indikasi Pelanggaran Hukum Sistematis

Samarinda. Indcyber.com — Dalih kepedulian sosial kembali menjadi tameng klasik dalam kasus dugaan penyimpangan dana…

2 weeks ago