Belum Ada Kejelasan, Pedagang Pasar Pag Minta DPRD Kawal Hak Pemilik SK TUB

Perwakilan pedagang Pasar Pagi, Ade Maria Ulfa, menyebut audiensi tersebut sebagai upaya pedagang meminta kepastian hak kepemilikan lapak dan berharap DPRD Kota Samarinda mengawal aspirasi tersebut hingga ke Wali Kota, sembari menyoroti peran Forum EP3 yang dinilai belum mewakili seluruh pedagang. (Foto: Yana)

SAMARINDA, Indcyber.com — Ketidakpastian status lapak masih dirasakan pedagang Pasar Pagi pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SK TUB). Hal itu disampaikan perwakilan pedagang saat mengikuti audiensi bersama DPRD Kota Samarinda di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 DPRD Samarinda, Jumat (23/1/2026).

Perwakilan pedagang, Ade Maria Ulfa, mengatakan audiensi tersebut menjadi ruang penyampaian keresahan pedagang yang hingga kini belum memperoleh kepastian terkait hak kepemilikan lapak. Ia menegaskan, para pedagang berharap DPRD Kota Samarinda dapat mengawal langsung aspirasi tersebut hingga ke tingkat Wali Kota.

“Intinya kami masih menunggu tindak lanjut dari pimpinan DPRD dan Ketua Komisi II untuk menyampaikan aspirasi kami kepada Pak Wali Kota. Kami dijanjikan sebelum tanggal 18 sudah ada kejelasan,” ujarnya.

Ade menekankan bahwa pedagang tidak menuntut hal berlebihan, melainkan hanya meminta pengakuan dan kepastian hak sebagai pemilik SK TUB yang sah. Menurutnya, kejelasan tersebut penting agar pedagang tidak terus berada dalam kondisi menggantung.

“Kami hanya ingin kepastian. Data sudah kami serahkan dan kami berharap segera diproses, supaya hak kami sebagai pedagang bisa dikembalikan,” tegasnya.

Selain soal kepastian hak, pedagang juga menyoroti peran Forum EP3 yang dinilai belum mewakili seluruh kepentingan pedagang Pasar Pagi. Kondisi tersebut, kata Ade, memicu kekecewaan dan pertanyaan di kalangan pedagang terkait fungsi forum tersebut selama ini.

Dalam audiensi itu, pedagang juga meminta perlindungan kepada DPRD Kota Samarinda agar penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai tidak berimplikasi pada pencabutan atau penghapusan hak kepemilikan lapak mereka.

“Kami datang dengan cara baik-baik, menyampaikan aspirasi tanpa tekanan dan tanpa anarkis. Kami hanya ingin hak kami kembali, apalagi setelah pandemi Covid-19 banyak pedagang yang kondisi ekonominya belum pulih,” tambahnya.

Ade memastikan, DPRD Kota Samarinda menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi komunikasi lanjutan dengan Wali Kota Samarinda. Apabila belum ada kepastian dalam waktu dekat, pimpinan DPRD bersama Ketua Komisi II, Helmi Abdullah dan Iswandi, akan melakukan komunikasi langsung dengan Wali Kota untuk menindaklanjuti tuntutan pedagang Pasar Pagi.

Penulis: Fathur  | Editor: Awang

Awang

Recent Posts

Kanwil Kemenkumham Kaltim Tegaskan PT Kalimanis Plywood Industries Tidak Terdaftar di Database AHU Online

​SAMARINDA. Indcyber.com— Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Timur secara…

1 week ago

Keadilan untuk Musliadi! Menakar Celah Hukum Putusan NO PN Samarinda dan Ujian Nurani Majelis Hakim Pengadilan Tinggi

SAMARINDA , indcyber.com— Ironi penegakan hukum di ruang peradilan kembali menguji rasa keadilan publik. Musliadi,…

1 week ago

DPR KETOK PALU, SUYUDI ARIO SETO RESMI GANTIKAN LISTYO SIGIT

JAKARTA, indcyber.com  — DPR RI resmi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan…

2 weeks ago

KAWAT 2 SENTIMETER DI JANTUNG, 14 KALI MEDIASI, Rp5 MILIAR TAK TERWUJUD

Skandal RSUD AWS Membuka Pertanyaan Lebih Besar: Ketika Pelayanan Publik Terjebak Budaya Kekuasaan dan “Bisnis…

2 weeks ago

Operasi Jalur Hitam Batu Bara Samarinda, Izin TUKS PT Bara Kumala Kedaluwarsa, Aktivitas Bongkar Muat Berpotensi Ilegal!

SAMARINDA. Indcyber.com — Praktik pengangkutan dan bongkar muat batu bara di kawasan Pelabuhan Samarinda berada…

2 weeks ago

Skenario “Penyelamat” di Balik Pencairan Rp700 Juta TPAK: Pengakuan Hudali Mukti Singkap Indikasi Pelanggaran Hukum Sistematis

Samarinda. Indcyber.com — Dalih kepedulian sosial kembali menjadi tameng klasik dalam kasus dugaan penyimpangan dana…

2 weeks ago