Darlis Pattalongi: Dana UKT Jangan Jadi Alat Bungkam Kebebasan Akademik Kampus

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, (Foto : Fathur)

Indcyber.com, SAMARINDA — Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, mengingatkan pentingnya menjaga independensi kampus di tengah program bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis dari Pemerintah Provinsi Kaltim. Ia menegaskan, bantuan dana tidak boleh menjadi alat tekanan yang melemahkan sikap kritis dunia akademik.

“Meski kampus menerima anggaran dari pemprov, otonomi dan kebebasan akademik harus tetap dijaga. Jangan sampai bantuan ini justru membuat kampus takut menyampaikan kritik atau masukan terhadap kebijakan pemerintah,” tegas Darlis saat rapat kerja, Rabu (11/6/2025).

Menurutnya, keberanian kampus dalam menyuarakan aspirasi dan melakukan kajian independen adalah fondasi penting dalam demokrasi dan pembangunan daerah. Ia mengingatkan, jika kampus kehilangan sikap kritis karena ketergantungan pada dana pemerintah, maka yang dirugikan adalah masyarakat luas.

“Fungsi kampus bukan hanya mendidik, tapi juga mengontrol dan memberi masukan terhadap arah kebijakan. Kalau itu hilang karena alasan anggaran, maka ini kemunduran,” ujarnya.

Darlis menegaskan bahwa bantuan UKT yang digelontorkan pemprov bersifat institusional, bukan individual. Mahasiswa tidak perlu mendaftar secara mandiri karena pihak kampus yang mengajukan data ke pemerintah.

“Jadi jangan sampai publik salah paham. Ini skema antarlembaga, bukan personal. Hal ini justru memperkuat tanggung jawab kampus dalam mendata dan mengawasi distribusi bantuan,” jelasnya.

Meski mendukung program UKT gratis, Darlis tetap mengkritisi persoalan teknis seperti potensi keterlambatan pencairan dana yang bisa mengganggu layanan akademik.

“Kampus bisa kewalahan kalau dananya terlambat. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal menjaga ritme akademik dan pelayanan ke mahasiswa,” katanya.

Sebagai legislator, Darlis menyatakan komitmennya untuk mengawal kebijakan pendidikan daerah agar tetap berpihak pada kualitas dan nilai-nilai akademik. Ia juga mendorong pemerintah untuk tidak mencampuri urusan internal kampus yang bersifat ilmiah dan otonom.

“Dana boleh datang dari pemprov, tapi kebenaran akademik tidak boleh tunduk pada kepentingan birokrasi,” pungkasnya.

Reporter: Fathur | Editor : Awang  | ADV

Awang

Recent Posts

PONTON BATU BARA RATAKAN PERMUKIMAN DI MAHAKAM: KELALAIAN FATAL ATAU KEJAHATAN PELAYARAN?

LOA JANAN , indcyber.com— Insiden kelam kembali mencoreng aktivitas pelayaran niaga batu bara di sepanjang…

12 hours ago

Darurat Korsleting Listrik Hantui Tenggarong, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani Desak Evaluasi Total dan Solusi Nyata untuk Warga!

TENGGARONG, indcyber.com  — Musibah kebakaran yang kembali melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kartini, Tenggarong…

6 days ago

Wawali Samarinda Harapkan Revitalisasi Sekolah Pacu Semangat Belajar dan Prestasi Pelajar

SAMARINDA, indcyber.com — Pemerintah Kota Samarinda menggelar kegiatan Gelar Griya (Open House) Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi…

7 days ago

Warga Muara Jawa Ulu Sumringah! Jalan Pandawa Mulus Berkat Kawalan Ketat Rahmat Dermawan, DPRD Kukar Komit Tuntaskan Infrastruktur hingga ke Pelosok RT

Tenggarong, indcyber.com  — Wajah Jalan Pandawa RT 22, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa,…

1 week ago

DARURAT UDARA KUKAR! DPRD Desak Perpanjangan PJJ & Sentil Keras Gerakan “Open Donasi” Pemerintah

TENGGARONG, indcyber.com  — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti…

1 week ago

“Jangan Cuma Pintar Membangun tapi Gagal Merawat!” DPRD Kukar Desak Optimalisasi Aset Mangkrak Jadi Mesin PAD Baru

TENGGARONG , indcyber.com — Ada pesan menohok sekaligus instruksi tegas yang dilayangkan oleh Ketua DPRD…

1 week ago