Konferensi pers pemusnahan barang bukti narkoba di Polresta Samarinda, dihadiri perwakilan BNN, Kejari, dan Kepolisian, Rabu (28/5/2025). (Foto : Humas Polresta Samarinda)
Konferensi pers pemusnahan barang bukti narkoba di Polresta Samarinda, dihadiri perwakilan BNN, Kejari, dan Kepolisian, Rabu (28/5/2025). (Foto: Humas Polresta Samarinda)
Indcyber.com, Samarinda — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Dalam kegiatan resmi yang digelar di Aula Rupatama Polresta Samarinda, Rabu (28/5/2025), Satresnarkoba memusnahkan barang bukti narkoba dengan total berat mendekati 6 kilogram.
Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 5.946,24 gram sabu-sabu dan 22,43 gram ekstasi dalam bentuk butiran dan serbuk. Keseluruhan barang haram tersebut merupakan hasil pengungkapan dari 10 laporan polisi dan melibatkan 15 orang tersangka yang kini menjalani proses hukum.
Kepala Satresnarkoba Polresta Samarinda, Kompol Bambang Suhandoyo, S.H., yang memimpin langsung pemusnahan tersebut, menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar prosedur hukum, tetapi bagian dari perang berkelanjutan melawan narkoba.
“Pemusnahan ini merupakan bentuk transparansi kami dalam penanganan kasus narkotika. Tidak hanya kami tindak pelaku, tetapi juga kami pastikan barang buktinya tidak disalahgunakan dan benar-benar dimusnahkan sesuai prosedur,” tegas Bambang kepada awak media.
Proses pemusnahan dilakukan dengan metode pembakaran setelah barang bukti tersebut dipastikan keasliannya melalui pengujian. Metode ini dianggap paling efektif untuk memastikan narkoba tidak dapat digunakan kembali dalam bentuk apapun.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Jaksa Madya dari Kejaksaan Negeri Samarinda Iswan Noor, S.H., M.H., perwakilan BNN Kota Samarinda Aipda Defriyadi, S.H., Kasie Propam Polresta Samarinda AKP Sujatmiko, S.H., serta perwakilan dari Sie Was, Sie Kum, Sat Intelkam, dan Sie Humas Polresta Samarinda. Hadir pula sejumlah personel Satresnarkoba dan awak media.
Menurut informasi dari pihak kejaksaan, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengancam dengan hukuman penjara minimal 5 tahun hingga maksimal 20 tahun, atau bahkan hukuman seumur hidup dan denda miliaran rupiah.
Polresta Samarinda berharap pemusnahan ini memberi pesan kuat kepada masyarakat dan pelaku kejahatan bahwa aparat penegak hukum tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba.
“Kami terus bersinergi dengan berbagai lembaga, termasuk BNN, kejaksaan, dan tokoh masyarakat, untuk menjaga Samarinda dari bahaya narkotika. Upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. Masyarakat harus menjadi bagian dari solusi,” pungkas Kompol Bambang.
Penulis : Fathur | Editor : Awang | Sumber : Humas Polresta Samarinda
Sejumlah perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kalimantan Timur berfoto bersama di depan Sekretariat APM Kaltim…
Dua pria terduga pelaku pengeroyokan diamankan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang usai insiden kekerasan di…
Dua pelaku pencurian sepeda motor berinisial MJ dan MH berhasil diamankan jajaran Polsek Samarinda Ulu.…
SAMARINDA, indcyber.com– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur resmi menetapkan status penahanan terhadap mantan Kepala Dinas…
KUTAI BARAT, indcyber.com – Kekecewaan mendalam disampaikan masyarakat bersama Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR)…
Balikpapan, indcyber.com – Diduga melibatkan oknum" pejabat dilingkungan dinas pupr prov kaltim, praktik korupsi kembali…