Hetifah Bersama Para Pegiat Wisata Komitmen Kembangkan Desa Wisata di Kaltim

Indcyber.com, Samarinda- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengatakan bahwa Provinsi Kalimantan Timur memiliki potensi wisata yang dapat menarik wisatawan mancanegara dan nusantara. Ia menganggap sektor pariwisata memiliki prospek bagus karena di Kaltim tidak dapat terus mengandalkan pendapatan dari sektor tambang, minya dan gas.

“Kita punya visi mengembangkan di luar konvensional seperti tambang dan migas, yaitu pariwisata. Nah, Kaltim punya potensi yang bagus”, ujar Hetifah.

Hal tersebut seperti disampaikan Hetifah ada acara Bimbingan Teknis tentang “Tata Kelola Destinasi Pariwisata Melalui Ekowisata dan Desa Wisata di Kalimantan Timur”, Sabtu, (16/3) di Harris Hotel Samarinda.

Lebih lanjut, menurut Hetifah Kaltim menyimpan banyak potensi alam yang bisa dijadikan objek pariwisata.

“Kekuatan Kaltim itu ada natural base tourism. Juga banyak hutan mangrovenya. Jadi banyak wisata alamnya. Ke depan kita akan dorong agar ada destinasi dari Kaltim yang masuk 10 top destinasi”, ujar Hetifah.

Reza Fahlevi, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II Kemenpar menyambut baik kegiatan bimtek semacam ini. Ia yakin bahwa dengan kegiatan bimtek tersebut, pariwisata di Kaltim dapat mudah dikembangkan

“Ini di Kaltim ada Bu Hetifah. Anggota DPR RI dari sini. Dengan kegiatan ini, nanti akan mudah untuk pengembangan pariwisata di Kaltim”, kata Reza

Sementara itu, Ahmad Herwansayah, Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kaltim, mengemukakan bahwa ada empat hal yang diperlukan dalam membangun wisata.

“Kalau kita mau bangun pariwisata kita bangun pertama destinasinya, industrinya, kemudian pemasarannya dan terakhir kelembagaannya”, papar Herwansyah.

Pembicara acara Bimtek, Doto Yogantoro mengatakan pentingnya desa wisata untuk menghidupkan ekonomi desa.

“Pariwisata yang dimotori oleh masyarakat pedesaaan untuk mencapai kesejahteran masyarakat itu sendiri. Desa wisata muncul karena punya potensi dapat layak di jual oleh masyarakat kepada wisatawan”, kata Doto.

Sementara itu, Fauzan Noor, akademisi Polnes Samarinda yang juga menjadi pembicara acara Bimtek menyebut konsep desa wisata menempatkan masyarakat sebagai pemilik dan pengelolanya.

“Jadi desa wisata itu menjadikan masyarakat sebagai pemilik dan pengelolanya. Turis yang datang juga harus menghargai budaya setempat (desa wisata)”, kata Fauzan Noor.(ded/*)

andi febri

Recent Posts

Bobrok Pelayanan PDAM Samarinda: Warga Suryanata Menjerit, Hak Atas Air Bersih Diamputasi Bertahun-tahun

SAMARINDA , indcyber.com— Pelayanan air bersih oleh Perumdam Tirta Kencana (PDAM) Kota Samarinda kembali mendapat…

12 hours ago

Kukuhkan Relawan di Samarinda, Edi Oloan Pasaribu Tegaskan Mandat DPP dan Komitmen Distribusi Program

SAMARINDA, indcyber.com — Langkah politik strategis terus digalang oleh kader Partai Amanat Nasional (PAN) di…

18 hours ago

​”Eks Direktur KPK Resmi Pimpin Kejati Kaltim: Chatarina Muliana Girsang Siap Sikat Korupsi di Tanah Etam!”

SAMARINDA, indcyber.com — Rotasi kepemimpinan di tubuh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) resmi bergulir.…

2 days ago

BANJIR ANGGARAN RP 79,36 MILIAR DI LINGKAR KRAYAN: POTRET SKANDAL BANCAKAN PROYEK ABADI TANPA WUJUD ASPAL

Tanjung selor. Indcyber.com - PETA DATA ANGGARAN DARI DPUPR-PERKIM KALTARA (2021–2025): | Tahun | Rincian…

2 days ago

Wakapolresta Samarinda Resmi Dilantik, Kapolresta Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Kapolresta Samarinda memimpin penandatanganan berita acara dan pengambilan sumpah jabatan dalam upacara pelantikan Wakapolresta Samarinda…

2 days ago

Polisi Ungkap Kasus Pencurian Motor di Palaran, Satu Tersangka Berhasil Diamankan

Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda mengamankan tersangka Teddy Tesar Rajab (kiri) beserta barang bukti satu…

2 days ago