Isu Politik Dinasti, Ini Jawaban Dari Rudy Mas’ud

Indcyber.com, Kalimantan Timur – Calon Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjawab isu politik dinasti yang kerap diarahkan kepada dirinya dan beberapa saudara kandungnya, contoh ; Hasanuddin Mas’ud yang biasa disapa dengan Hamas sebagai Ketua DPRD terpilih 2024-2029, Rahmat Mas’ud yang sempat sekarang kembali mencalonkan diri sebagai Walikota Balikpapan.

Isu politik dinasti terus menjadi perbincangan di Kalimantan Timur seiring dengan pencalonan Rudy Mas’ud sebagai Gubernur. Tak hanya dirinya, keluarga besar Mas’ud juga dikenal memiliki pengaruh kuat di ranah politik dan ekonomi daerah.

Menjawab berbagai spekulasi yang berkembang, Rudy menyampaikan pandangannya dengan tegas usai menghadiri acara pelantikan ketua DPRD beserta jajarannya provinsi Kalimantan Timur, Kamis (10/10/2024) di Gedung Utama B DPRD Provinsi Kalimantan Timur Jl. Teuku Umar, Karang Paci.

Rudy menegaskan bahwa sistem politik di Indonesia berlandaskan demokrasi, bukan monarki. Menurutnya, tudingan politik dinasti tidak relevan jika ditinjau dari cara demokrasi bekerja.

“Ini demokrasi, bukan kerajaan yang tinggal tunjuk sana tunjuk sini,” ujar Rudy.

Ia menekankan bahwa dalam demokrasi, pemilihan pemimpin ditentukan oleh rakyat, melalui proses elektif, bukan ofentit atau penunjukan.

Rudy kemudian memberi contoh dari Amerika Serikat, negara yang dikenal sebagai pelopor demokrasi modern.

“Mungkin teman-teman perlu belajar lagi sedikit tentang Amerika, dulu ada George Bush jadi presiden, anaknya juga jadi presiden. Di sana yang nenek moyangnya demokrasi saja itu biasa, apalagi di Indonesia.” Jelasnya.

Rudy juga menyinggung tentang Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, yang anaknya, Megawati Soekarnoputri, juga pernah menjadi presiden.

Menurutnya, demokrasi tidak membatasi siapa yang boleh mencalonkan diri, asalkan memiliki kompetensi dan dukungan dari masyarakat.

Dalam pernyataannya, Rudy Mas’ud mengingatkan bahwa pilihan akhir tetap berada di tangan rakyat.

“Yang menentukan adalah masyarakat, bukan pihak lain. Kalau masyarakat merasa calon punya kompetensi dan kemampuan, kenapa tidak?,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memilih pemimpin berdasarkan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi.

“Masyarakat kita sudah sangat cerdas. Mereka memilih bukan hanya berdasarkan latar belakang, tapi siapa yang memiliki energi dan kemampuan untuk memimpin,” tambahnya.

Dengan pernyataan tersebut, Rudy Mas’ud berharap masyarakat dapat melihat pencalonannya secara objektif dan tidak terjebak pada isu politik dinasti yang menurutnya tidak relevan dalam konteks demokrasi Indonesia saat ini.#

Reporter : Indra  | Editor : Awang

Awang

Recent Posts

APM Kaltim Ajak Massa Jaga Aksi Tetap Damai dan Tertib pada 21 April 2026

Sejumlah perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kalimantan Timur berfoto bersama di depan Sekretariat APM Kaltim…

2 hours ago

Berujung Penganiayaan, Aksi Menolong Pria Mabuk di Mahulu Justru Picu Amarah

Dua pria terduga pelaku pengeroyokan diamankan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang usai insiden kekerasan di…

22 hours ago

Motor Diparkir Tanpa Kunci Pengaman, Dua Pencuri Berhasil Dibekuk Polisi

Dua pelaku pencurian sepeda motor berinisial MJ dan MH berhasil diamankan jajaran Polsek Samarinda Ulu.…

2 days ago

Mantan Kadis Pertambangan Kukar Berinisial AS Resmi Ditahan Terkait Kasus Lahan Transmigrasi

SAMARINDA, indcyber.com– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur resmi menetapkan status penahanan terhadap mantan Kepala Dinas…

2 days ago

KECEWA BERAT! TIM VERIFIKASI PEMKAB KUTAI BARAT DINILAI GAGAL, WARGA DESAK HENTIKAN RKAB PT TCM

KUTAI BARAT, indcyber.com – Kekecewaan mendalam disampaikan masyarakat bersama Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR)…

3 days ago

JEJAK HITAM PROYEK JALAN Rp27,3 MILIAR DI KALTIM DIDUGA “DIATUR”: PEKERJAAN SUDAH JALAN SEBELUM LELANG

Balikpapan, indcyber.com – Diduga melibatkan oknum" pejabat dilingkungan dinas pupr prov kaltim, praktik korupsi kembali…

3 days ago