Categories: BERANDAPARLEMENTARIA

WARGA PERBATASAN MINIM PERHATIAN

INDCYBER.COM, SAMARINDA -Minimnya Perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur selama ini membuat warga yang bermukim di wilayah perbatasan RI-Malaysia seperti anak tiri. Terutama mereka yang bermukim diwilayah Long Pahangai dan Long Apari.

Rata rata penduduk yang sebagian besar suku Dayak ini mengeluhkan sarana telekomunikasi, transportasi baik darat, air maupun udara serta tidak bisa menangkap siaran Radio Republik Indonesia Kalimantan Timur.

Keluhan ini mendapatkan respon sangat cepat dari anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur yang kebetulan adalah Dapilnya. Yahya Anja anggota komisi IV langsung mendengarkan seluruh aspirasi masyarakat perbatasan tersebut saat melakukan kunjungan kerja dalam daerah belum lama ini.

“Masyarakat disini merasa selama ini perhatian Pemerintah Provinsi Kaltim sangat minim sehingga sarana telekomunikasi, transportasi masih jadi kendala. Mereka mengatakan selama ini hanya dijanjikan akan mudahnya bertelekomunikasi ke seluruh Indonesia tapi kenyataannya hingga detik ini orang mau telpon lewat handphone susah bahkan tidak bisa, “ujar Yahya Anja kepada indcyber.com via telepon selulernya kemarin.

Bukan hanya itu saja sekedar untuk mendengarkan hiburan lewat pesawat radio pun tidak dapat, di Negeri sendiri malah yang didengarkan masyarakat tersebut adalah siaran radio negara tetangga Sabah, Malaysia, radio Palangkaraya sedang RRI tidak dapat didengarkan di wilayah tersebut.

“Sudah seringkali saya sampaikan ke Pemerintah jika RRI tidak dapat dijangkau siarannya di wilayah perbatasan, lalu terkait bandara Datah Dawai itukan sudah selesai semua pengerjaannya oleh TNI tapi yang bisa dadarati cuma sebelah,ada apa ini kok belum diserahkan ke Pemerintah setempat oleh TNI, “lanjut Yahya Anja yang tahun ini kembali bertarung di Pileg 2019 untuk DPR RI dari Dapil Kaltim nomor urut 7 Partai Demokrat.

Yahya Anja selalu meyakinkan masyarakat perbatasan dengan perjuangannya yang tanpa batas terus berjuang demi kesejahteraan masyarakat Kubar, Mahulu khususnya dan masyarakat Kaltim umumnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumoindong ketika dihubungi via telepon selulernya tidak ada jawaban karena tidak merespon telfon dari indcyber.com saat akan dikonfirmasi terkait Bandara Datah Dawai yang tak kunjung diserahkan kepada Pemerintah setempat. (sp)

Redaksi -

Recent Posts

Kanwil Kemenkumham Kaltim Tegaskan PT Kalimanis Plywood Industries Tidak Terdaftar di Database AHU Online

​SAMARINDA. Indcyber.com— Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Timur secara…

6 days ago

Keadilan untuk Musliadi! Menakar Celah Hukum Putusan NO PN Samarinda dan Ujian Nurani Majelis Hakim Pengadilan Tinggi

SAMARINDA , indcyber.com— Ironi penegakan hukum di ruang peradilan kembali menguji rasa keadilan publik. Musliadi,…

7 days ago

DPR KETOK PALU, SUYUDI ARIO SETO RESMI GANTIKAN LISTYO SIGIT

JAKARTA, indcyber.com  — DPR RI resmi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan…

1 week ago

KAWAT 2 SENTIMETER DI JANTUNG, 14 KALI MEDIASI, Rp5 MILIAR TAK TERWUJUD

Skandal RSUD AWS Membuka Pertanyaan Lebih Besar: Ketika Pelayanan Publik Terjebak Budaya Kekuasaan dan “Bisnis…

1 week ago

Operasi Jalur Hitam Batu Bara Samarinda, Izin TUKS PT Bara Kumala Kedaluwarsa, Aktivitas Bongkar Muat Berpotensi Ilegal!

SAMARINDA. Indcyber.com — Praktik pengangkutan dan bongkar muat batu bara di kawasan Pelabuhan Samarinda berada…

1 week ago

Skenario “Penyelamat” di Balik Pencairan Rp700 Juta TPAK: Pengakuan Hudali Mukti Singkap Indikasi Pelanggaran Hukum Sistematis

Samarinda. Indcyber.com — Dalih kepedulian sosial kembali menjadi tameng klasik dalam kasus dugaan penyimpangan dana…

2 weeks ago