Categories: Samarinda

Andi Harun, Demi Keamanan Bersama Jembatan Mahkota II Samarinda Belum Dapat Dibuka

INDCYBER.COM,SAMARINDA-Bertempat di Anjungan Karang Mumus, Balaikota Samarinda. Andi Harun menjelaskan hasil Survei Jembatan Mahkota II ke Para Media, Selasa ( 11/5/2021).

Andi Harun mengatakan Pemerintah Kota Samarinda berharap sebelum lebaran Jembatan Mahkota II Samarinda sudah dapat dilewati, karena apa yang dirasakan oleh masyarakat sekitar Sambutan, Palaran.Mengingat jembatan dan jalan teluk bajau belum dapat di lewati.

“Perlu saya sampaikan perkembangan mengenai Jembatan Mahkota II Samarinda, demi keselamatan seluruh warga Kota Samarinda dan orang banyak yang lewat Jembatan tersebut, saya memutuskan untuk tetap menutup akses dari dan menuju Jembatan Mahkota II Samarinda,”tegas Andi Harun.

Hasil Survei menggunakan alat TS ( Total Station ) yang di lakukan oleh pihak kontraktor PT. Nindya Karya dan Tim Konsultan PUPR Kota Samarinda ada perbedaan temuan.

Masih lanjut orang nomor satu di Samarinda tersebut jika PT. Nindya Karya tidak ditemukan pergeseran tiang Jembatan, sedangkan Tim Konsultan PUPR Kota Samarinda menemukan pergeseran 7 mm kekanan dan 30 mm kebawah.Perbedaan itu dikarenakan titik acuan koordinat yang berbeda, PT. Nindya Karya menggunakan titik acuan koordinat Global, sedangkan Tim Konsultan PUPR Kota Samarinda menggunakan titik acuan koordinat lokal.

“Setelah dilakukan musyawarah dan konsolidasi dengan Kementrian PUPR melalui Direktur Pembangunan Jembatan, Yudha Hadita Pandjiriawan memutuskan untuk dilakukan survei bersama dengan alat yang sama dan titik koordinat yang sama. Hasil survei bersama yang dilakukan didapat kesimpulan bahwa jembatan tidak ada permasalahan pergeseran,”urainya.

Perlu diketahui dari hasil kesimpulan yang didapat, Jembatan dapat di pergunakan oleh masyarakat Samarinda. Tapi Pemerintah Kota Samarinda tidak mau melakukannya karena masukan dari Direktur Pembangunan Jembatan harus mencari alat pendeteksi retakan yang terjadi di Jembatan Mahkota II.

Alat Pendeteksi Retakan itu bernama Crack Deteksion Mikroskop ( CDM ). Pemerintah telah pesan alat tersebut dan indent 6 minggu. Alat tersebut sekarang masih di Jakarta. Kata Andi Harun.

” Saya meminta kepada masyarakat Kota Samarinda agar bersabar sambil menunggu kedatangan alat pendeteksi retakan tersebut,”pinta Andi Harun.

Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas PUPR Kota Samarinda telah bersurat ke Kementrian PUPR dengan nomor surat : 620/ 100.70/ 26/2021 tanggal 10 Mei 2021 Perihal Permohonan Pembukaan Kembali Jembatan Mahkota II Samarinda.

Jawaban dari Kementrian PUPR tidak mengijinkan Jembatan Mahkota II Samarinda untuk dilewati.Dengan alasansebagai berikut:
1.Berita Acara hasil pengukuran sebelum dan sesudah kelongsoran sesuai notulen rapat belum disampaikan.

2. Laporan terkait keretakan pada pile cap pylon 7 dan bagian lainnya belum dilaporkan.

3. Belum ada pembahasan dengan KKJTJ terkait kedua hal tersebut.

“Pemerintah Kota Samarinda telah melaksanakan yang disarankan oleh Kementerian PUPR setelah surat diterima.Sekarang kita tinggal menunggu alat pendeteksi retak dan rekomendasi dari KKJTJ ( Komisi Keselamatan Jalan, Terowongan dan Jalan ) karena saya tidak mau membuka Jembatan sebelum ada rekomendasi dari KKJTJ kementerian PUPR. Keselamatan Warga Kota Samarinda menjadi yang utama bagi saya,”pungkas Andi Harun.

Penulis:Sriyono
Editor:Sano

Redaksi -

Recent Posts

“SAIDINA ASWAT” Kades Sidomulyo bersama warganya memberi donasi kepada korban kebakaran di Tenggarong

WWW.INDCYBER.COM - TENGGARONG – Kepala Desa Sidomulyo, Saidina Aswad, menunjukkan kepedulian terhadap warga yang mengalami…

20 hours ago

PROBEBAYA SAMARINDA 2025: SKANDAL Rp166,8 MILYAR, KELICIKAN POKMAS, DAN DUGAAN PELANGGARAN HUKUM DI LAPORAN BPK

SAMARINDA, indcyber.com — Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) Pemerintah Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025…

4 days ago

Korem 091/ASN Resmi Berganti Pimpinan, Kolonel Inf Rony Fitrianto Emban Jabatan Danrem

Samarinda , INDCYBER.COM – Tonggak kepemimpinan di lingkungan Komando Resor Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesuma…

5 days ago

Dugaan Penyimpangan Proyek APBD Rp 2,28 Miliar di Paser: Pengawasan Publik dan Transparansi Anggaran Dipertanyakan

TANAH GROGOT, indcyber.com— Sorotan tajam tertuju pada proyek pengadaan dan penataan interior milik Pemerintah Kabupaten…

2 weeks ago

PONTON BATU BARA RATAKAN PERMUKIMAN DI MAHAKAM: KELALAIAN FATAL ATAU KEJAHATAN PELAYARAN?

LOA JANAN , indcyber.com— Insiden kelam kembali mencoreng aktivitas pelayaran niaga batu bara di sepanjang…

2 weeks ago

GUBERNUR KALTIM RUDY MAS’UD LANTIK 33 PEJABAT: UJI INTEGRITAS DI TENGAH ANCAMAN “HUKUMAN” ATAS PENYALAHGUNAAN KEWENANGAN

0SAMARINDA   indcyber.com — Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (Harum) secara resmi melantik 33 pejabat…

2 weeks ago